JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Menggelar tikar sambil menikmati bekal makanan di ruang terbuka kini menjadi tren yang semakin diminati, terutama di kalangan anak muda.
Aktivitas yang dikenal sebagai piknik estetik ala Korea itu tak lagi hanya dilakukan di taman kota atau kawasan pegunungan, tetapi juga mulai merambah destinasi wisata sejarah.
Salah satu lokasi yang bisa menjadi pilihan berada di kawasan Cagar Budaya Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Selain dikenal sebagai bekas pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit, kawasan ini memiliki halaman luas, pepohonan rindang, sehingga cocok dijadikan tempat bersantai bersama keluarga, sahabat, maupun pasangan.
Baca Juga: Berisiko Tinggi Kecelakaan, Polres Mojokerto Larang Sepeda Listrik Digunakan di Jalan Raya
Tak sedikit pengunjung yang datang membawa tikar dan bekal makanan untuk menikmati suasana di sekitar situs sejarah. Selain lebih hemat, aktivitas tersebut juga menjadi cara berbeda menikmati wisata sejarah.
Bagi yang tertarik mencoba piknik sederhana di kawasan Trowulan, berikut beberapa situs yang dapat menjadi pilihan.
1. Candi Brahu
Candi Brahu merupakan salah satu bangunan bata tertua di kawasan Trowulan. Halaman yang luas dengan pepohonan rindang membuat lokasi ini nyaman untuk menggelar tikar sambil menikmati bekal. Suasana yang tenang juga cocok bagi pengunjung yang ingin membaca buku atau sekadar menikmati udara segar.
2. Gapura Wringin Lawang
Gapura candi bentar setinggi sekitar 15,5 meter ini menjadi salah satu ikon Trowulan. Bangunan bata merah yang masih berdiri kokoh tersebut menawarkan latar yang menarik untuk berfoto. Area di sekitarnya cukup lapang sehingga banyak dimanfaatkan pengunjung untuk beristirahat setelah berkeliling.
3. Candi Bajang Ratu
Candi Bajang Ratu dikenal sebagai gapura paduraksa peninggalan Majapahit yang memiliki relief indah. Kawasan di sekitarnya dipenuhi taman hijau yang tertata rapi sehingga menghadirkan suasana teduh dan nyaman untuk menikmati waktu santai bersama keluarga maupun teman.
4. Candi Tikus
Berbeda dengan situs lainnya, Candi Tikus merupakan kompleks petirtaan peninggalan Majapahit yang berada di bawah permukaan tanah. Arsitektur kolam bertingkat yang unik dipadukan dengan area hijau di sekitarnya membuat lokasi ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan saat berkunjung ke Trowulan.
Agar kegiatan piknik lebih nyaman, informasi berikut juga penting untuk menjaga kelestarian situs sejarah agar tetap terawat,
Baca Juga: Merasa Takut Ketinggalan
- Lokasi: Kawasan Cagar Budaya Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
- Harga tiket: Berkisar Rp3.000 hingga Rp5.000 per orang, menyesuaikan situs yang dikunjungi.
- Waktu terbaik: Pukul 07.00–09.30 WIB atau 15.00–17.00 WIB saat cuaca lebih teduh.
- Perlengkapan: Tikar lipat, bekal makanan dan minuman, topi atau payung, serta kantong sampah pribadi.
- Etika berkunjung: Tidak memanjat bangunan cagar budaya, tidak menggeser batu bata situs, menjaga kebersihan, serta membawa kembali seluruh sampah setelah piknik.
Menikmati piknik di kawasan Candi Trowulan bisa menjadi alternatif liburan akhir pekan yang sederhana sekaligus edukatif. Selain merasakan suasana yang asri, pengunjung juga dapat mengenal lebih dekat peninggalan Kerajaan Majapahit yang menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia.YOLANDA
Editor : Imron Arlado