Lokasinya cukup mudah dijangkau. Dari Bundaran Pacet, pengunjung hanya perlu menuju arah Trawas, kemudian belok di persimpangan setelah jalan menurun. Perjalanan menuju warung ini hanya sekitar 10 menit dari kawasan pemandian air panas Pacet. Akses jalannya juga lebar sehingga dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Begitu tiba di lokasi, suasana pedesaan langsung terasa. Deretan gazebo, aliran sungai yang mengalir di sisi warung, serta udara pegunungan yang sejuk membuat tempat ini cocok untuk beristirahat setelah berwisata di kawasan Pacet.
Keunikan lain terlihat dari area parkir sepeda motor yang harus melewati jembatan kayu kecil. Sementara itu, kendaraan roda empat di parkir di bahu jalan yang berada tepat di depan warung. Meski sederhana, suasana tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri karena memberi kesan alami.
Warung Tegal Watu dikenal dengan menu nasi jagung yang menjadi andalan. Sajian ini dipadukan dengan berbagai pilihan lauk, seperti ayam goreng, lele, mujair, ikan air tawar, hingga nasi pecel. Harga makanannya juga cukup ramah di kantong, mulai sekitar Rp 14 ribu hingga Rp22 ribu per porsi.
Yang membuat cita rasanya berbeda adalah sambalnya. Sambal di Warung Tegal Watu dibuat dari cabai, tomat, bawang merah, bawang putih, dan terasi yang diulek dalam keadaan mentah tanpa digoreng terlebih dahulu. Rasanya segar, pedas, dan menjadi pelengkap yang pas untuk nasi jagung maupun aneka lauk yang disajikan.
Selain makanan utama, tersedia pula berbagai pilihan minuman. Salah satunya susu sapi segar yang menjadi favorit pengunjung. Ada juga minuman herbal berbahan kencur maupun kunyit yang cocok dinikmati di tengah udara pegunungan yang sejuk.
Tidak hanya menawarkan kuliner, warung ini juga menghadirkan suasana makan yang nyaman. Pengunjung dapat memilih duduk di gazebo, pendopo, maupun area lesehan yang menghadap langsung ke hamparan sawah dan Gunung Penanggungan. Pemandangan tersebut menjadi nilai tambah yang membuat banyak orang betah berlama-lama.
Warung Tegal Watu berdiri sejak 2021. Awalnya tempat ini hanya menjadi warung sederhana yang melayani para petani dan warga sekitar. Seiring waktu, jumlah pengunjung terus bertambah hingga akhirnya berkembang menjadi salah satu tujuan kuliner yang cukup dikenal di kawasan Pacet.
Nama "Tegal Watu" sendiri diambil karena area warung dikelilingi batu-batu berukuran besar yang masih terlihat hingga sekarang. Keberadaan batu tersebut menjadi ciri khas sekaligus memberi nuansa alami pada kawasan warung.
Fasilitas yang tersedia juga cukup memadai untuk wisata keluarga. Selain gazebo, tersedia area bermain anak sehingga orang tua dapat menikmati waktu makan dengan lebih santai. Meski demikian, area parkir mobil masih menjadi salah satu keterbatasan karena lokasinya berada di tepi jalan.
Warung ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 18.00 WIB. Waktu tersebut membuat pengunjung leluasa datang untuk sarapan, makan siang, maupun sekadar menikmati suasana sore sambil menyeruput minuman hangat.
Baca Juga: Wajib Masuk Bagasi! Ini 8 Oleh-Oleh Khas Pacet dan Trawas Mojokerto yang Selalu Diburu Wisatawan
Letaknya yang tidak jauh dari Pemandian Air Panas Padusan Pacet juga menjadi keuntungan tersendiri. Banyak wisatawan memilih mampir ke Warung Tegal Watu setelah selesai berendam atau mengunjungi berbagai objek wisata di Pacet untuk mengisi perut sebelum melanjutkan perjalanan.
Perpaduan menu tradisional, harga yang terjangkau, suasana pedesaan, serta panorama Gunung Penanggungan menjadikan Warung Tegal Watu sebagai salah satu destinasi kuliner yang layak dikunjungi saat berada di Pacet. Tempat ini bukan hanya menawarkan makanan, tetapi juga pengalaman menikmati alam yang masih asri di kaki pegunungan. NISRINA
Editor : Imron Arlado