JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Liburan tidak selalu harus diisi dengan bermain atau berburu foto. Di Trawas, ada tempat yang menawarkan pengalaman berbeda dengan mengajak pengunjung menikmati alam sekaligus belajar tentang lingkungan.
Tempat tersebut adalah Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman yang berada di Dusun Biting, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Lokasinya berada di lereng barat Gunung Penanggungan dengan suasana yang masih asri.
Baca Juga: Bukan Cuma Bermain dengan Kelinci, Taman Kelinci Padusan Punya Banyak Keseruan untuk Keluarga
PPLH Seloliman memang tidak hanya dikembangkan sebagai tempat rekreasi. Kawasan ini memiliki fokus pada pendidikan lingkungan hidup dan pengembangan ekowisata. Pengunjung bisa menikmati suasana alam sekaligus mendapatkan pengalaman belajar secara langsung.
Menariknya, kawasan PPLH Seloliman dulunya merupakan lahan yang tandus dan gersang. Area seluas sekitar lima hektare tersebut kemudian dikembangkan hingga menjadi kawasan hutan buatan yang menjadi habitat berbagai jenis burung.
Suasana hijau menjadi salah satu hal yang terasa ketika berada di kawasan tersebut. Pepohonan dan lingkungan yang masih alami membuat PPLH Seloliman cocok bagi pengunjung yang ingin sejenak menjauh dari suasana perkotaan.
Tidak hanya berjalan-jalan di kawasan hijau, pengunjung juga bisa mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan. Salah satunya adalah program ekowisata yang mengajak peserta mengenal kehidupan masyarakat desa dan lingkungan di sekitarnya.
Dalam program ekowisata pendidikan, kegiatan dapat dilakukan dengan menjelajahi desa, persawahan, hingga mengenal pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Aktivitas tersebut memberikan pengalaman untuk melihat secara langsung hubungan antara kehidupan masyarakat dan lingkungan.
Ada pula kegiatan yang mengangkat sisi budaya. Pengunjung dapat mengikuti ekowisata budaya dengan menjelajahi kawasan hutan hingga Candi Jolotundo yang berada di sekitar Trawas.
Bagi yang menyukai kegiatan luar ruangan, PPLH Seloliman juga menyediakan program ekowisata Gunung Penanggungan. Aktivitas tersebut dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin mengenal lingkungan pegunungan secara lebih dekat.
Pengalaman belajar tentang alam juga bisa didapat melalui kegiatan menjelajah ekosistem hutan. Peserta dapat mengenal berbagai jenis pohon, tanaman yang memiliki manfaat sebagai obat, serta keanekaragaman hayati yang terdapat di kawasan tersebut.
Kegiatan tidak hanya dilakukan dengan mendengarkan penjelasan. Konsep PPLH Seloliman menggabungkan proses belajar dengan pengalaman langsung di lingkungan. Karena itu, kegiatan di alam dapat terasa lebih menarik, terutama bagi pelajar maupun kelompok yang ingin melakukan wisata edukasi.
PPLH Seloliman juga memiliki program luar ruangan seperti kegiatan untuk anak, latihan dasar kepemimpinan siswa, kegiatan kelompok, hingga pertemuan keluarga. Program tersebut dirancang untuk mengenalkan lingkungan sekaligus membangun kepedulian terhadap alam.
Keberadaan PPLH Seloliman menjadi salah satu contoh bahwa wisata tidak selalu harus identik dengan wahana permainan. Menikmati suasana alam sambil mendapatkan pengetahuan baru juga bisa menjadi pengalaman liburan yang menarik.
Baca Juga: Uniknya Kolaborasi Toko Kopi Janji Joni dan Florist Lokal di Pacet Mojokerto
Terlebih, kawasan Seloliman berada di lingkungan lereng Gunung Penanggungan yang memiliki banyak potensi alam dan budaya. Pemerintah Kabupaten Mojokerto juga memasukkan PPLH Seloliman sebagai salah satu potensi wisata edukasi dan minat khusus di wilayah Trawas.
Dengan konsep tersebut, PPLH Seloliman bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu dengan suasana lebih tenang. Tidak hanya pulang membawa foto, pengunjung juga bisa mendapatkan pengalaman baru tentang alam dan pentingnya menjaga lingkungan. NISRINA
Editor : Imron Arlado