JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Wisata alam di kawasan Pacet, Kabupaten Mojokerto, terus berbenah. Salah satu destinasi yang semakin digandrungi masyarakat untuk melepas penat adalah Klurak Eco Park, atau yang dikenal juga dengan nama Kedung Klurak.
Destinasi wisata yang terletak di Dusun Belor, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, ini menawarkan suasana rekreasi keluarga yang sejuk dan asri. Berada tepat di lereng gunung, wisata ini menyuguhkan pemandangan asri dari hutan pinus seluas lima hektar yang menyegarkan mata.
Baca Juga: Pesona Air Terjun Dlundung, Wisata Alam Mojokerto yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Daya tarik utama tempat ini terletak pada kejernihan aliran sungai berbatu yang dangkal serta kolam renang alami dari sumber mata air murni. Selain aman untuk tempat bermain air anak-anak, kesegaran airnya menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.
Sejak resmi dibuka pada April 2023, kawasan ini terus berkembang pesat menjadi pusat bumi perkemahan favorit. Pengelola tidak hanya menyediakan lahan berkemah biasa, tetapi juga menyediakan penginapan, tenda dan pondok kayu estetik bagi pengunjung yang ingin bermalam .
Fasilitas penunjang di lokasi pun terbilang lengkap. Mulai dari area bermain anak, tempat ibadah, kamar kecil bersih, hingga deretan warung dengan harga sangat terjangkau. Tempat ini juga kerap menjadi lokasi pilihan untuk kegiatan bersama keluarga.
Baca Juga: Pacet Mini Park! Destinasi Wisata dengan Beragam Aktivitas
Untuk menikmati keasrian alam di tempat ini, pengunjung hanya dikenakan tiket masuk reguler sebesar Rp7.000, sedangkan bagi yang ingin berkemah dikenakan biaya Rp17.000. Kawasan wisata ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, sementara untuk area perkemahan terbuka selama 24 jam. Khusus pada hari Kamis, lokasi ini ditutup untuk pemeliharaan area, kecuali jika bertepatan dengan hari libur nasional.
Salah satu hal yang menarik adalah pihak pengelola juga menerapkan program peduli lingkungan. Setiap pengunjung dibagikan kantong kebersihan khusus saat masuk untuk menampung sampah pribadi mereka. Langkah ini terbukti efektif menjaga kawasan hutan pinus tersebut tetap bersih, asri, dan nyaman dikunjungi. NISRINA
Editor : Imron Arlado