JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Jika penatnya rutinitas perkotaan mulai terasa menghimpit, cobalah menepi sejenak ke Dusun Belor, Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Di sana, tersembunyi sebuah surga hijau bernama Klurak Eco Park, tempat di mana harmoni alam berpadu sempurna dengan kesegaran air pegunungan.
Berbeda dengan destinasi wisata air modern yang bising oleh suara mesin, Klurak Eco Park menawarkan kemewahan yang sederhana, suara gemerisik daun pinus yang tertiup angin dan gemercik air sungai yang jernih. Begitu melangkah masuk, aroma khas pohon pinus dan hawa dingin langsung menyergap, seketika memberikan efek relaksasi yang menenangkan.
Baca Juga: Lahan Kosong di Kota Mojokerto Terbakar Nyaris Sambar Pemukiman Warga
Daya tarik dari destinasi ini adalah kolam renang alaminya yang berada tepat di tengah-tengah hutan pinus yang menjulang tinggi. Air kolamnya berasal langsung dari sumber mata air alami Gunung Welirang. Rasanya dingin, segar, dan bebas dari kandungan kaporit. Berenang di sini memberikan sensasi unik seolah-olah menyatu langsung dengan alam liar yang asri.
"Tempatnya sangat cocok untuk piknik ataupun ngecamp. Suasananya sejuk dan teduh, dan banyak tempat duduk untuk bersantai," ujar Zainur Aini Arifah, salah seorang Local Guide yang pernah berkunjung ke lokasi tersebut.
Bagi mereka yang tidak ingin basah-basahan, Klurak Eco Park menyediakan aliran sungai dangkal berbatu yang aman untuk tempat bermain air anak-anak atau sekadar merendam kaki. Selain itu, kawasan ini juga menjadi spot favorit untuk berkemah (camping ground). Menghabiskan malam di dalam tenda di bawah kanopi hutan pinus, lalu terbangun oleh kicauan burung liar, menjadi magnet tersendiri bagi para pencinta alam.
Baca Juga: Tren Jeep dan ATV Adventure, Kenalkan Potensi Desa, Bakal Rambah Wisata Sejarah
Dikelola dengan konsep ekowisata yang menjaga kelestarian alam, Klurak Eco Park Pacet membuktikan bahwa wisata terbaik tidak selalu harus megah dan penuh beton. Cukup dengan menjaga apa yang disediakan oleh alam, tempat ini selalu sukses menjadi pelarian favorit yang tak pernah bosan untuk dikunjungi kembali.DINA
Editor : Imron Arlado