Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Konon, Gua di Mojokerto Ini sebagai Jejak Peninggalan Majapahit

Imron Arlado • Kamis, 16 Juli 2026 | 20:39 WIB
Gua Gembyang berlokasi di Dusun Kahuripan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto - sumber foto by instagram.com/kangtriatmojo/
Gua Gembyang di Desa Kahuripan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto diyakini sudah ada sejak zaman Majapahit. (instagram.com/kangtriatmojo)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Gua Gembyang di Dusun Gembyang, Desa Kahuripan, kecamatan Pacet, kabupaten Mojokerto memiliki panorama alam yang menarik.

Gua Gembyang berada di ketinggian 6000 mdpl dan berada di lereng Gunung Penanggungan serta lereng Gunung Welirang yang membuat pemandangannya bagus. Gua ini dipercaya sebagai tempat bertapanya Raja Majapahit sebelum mendirikan kerajaan.

Baca Juga: Riwayat Gua Jepang di Mojokerto, Muncul Jelang Kekalahan Perang Dunia, Dijadikan Tempat Perlindungan dan Logistik

Asal usul nama Gua Gembyang diambil dari nama Dusun Gembyang di Desa Kahuripansari, Kecamatan Pacet tempat lokasi gua ini berada. 

Dahulu, Gua Gembyang berada di daerah administrasi Dusun Gembyang. Nama gua ini dipercaya juga diambil dari nama pengikut Raden Wijaya yang mengabdi di gua tersebut.

Gua Gembyang juga merupakan wisata yang perlu dimasukkan ke dalam daftar kunjungan wisata di Mojokerto,  karena Gua Gembyang memiliki panorama alam yang indah.

Hal menarik lainnya, gua ini memiliki ceruk tambahan yaitu Gua Putri dan Gua Maling Cluring yang dipercaya bisa tembus ke Sumur Upas yang ada di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur dahulu menjadi tempat penyimpanan pusaka-pusaka kerajaan Majapahit.

Selain itu di dalam gua Gembyang juga terdapat arca-arca yang tidak utuh dan ditemukan juga serpihan-serpihan artefak, hal tersebut menjadi bukti gua gembyang merupakan tempat keresian atau mandala, tempat olah pikir, batin, dan fisik pada jaman dahulu.

Gua Gembyang juga memiliki lingkungan yang masih asri dan lingkungannya masih terjaga dengan baik, di sekitar gua masih ada monyet dan tupai di sekitar gua. Hal itulah yang membuat Gua Gembyang semakin cocok dikunjungi terutama untuk orang-orang yang senang belajar sejarah dan senang menikmati alam. 

Jika ingin mengunjungi Gua Gembyang dari pusat kota Mojokerto terdapat beberapa rute salah satunya melalui Jl. R.A Basoeni atau  melalui Jl. H. Soemadi dengan jarak tempuh sekitar 43 hingga 51 menit dengan jarak sekitar 26,4 sampai 30,9 kilometer.

Selain itu, Gua Gembyang juga dipercaya menjadi tempat berlindungnya Erlangga, putra Raja Udayana dari serangan Raja Wurawari yang berasal dari kerajaan Lwaram kini dikenal sebagai desa Ngloram, Cepu, dan Blora di hari pernikahannya dengan putri mahkota raja Dharmawangsa.

Peristiwa tersebut yang menyebabkan keruntuhan kerajaan Medang atau kini dikenal sebagai Maospati, Magetan, Jawa Timur.

 


 

 Baca Juga: Misteri Gua Buatan di Mojokerto, Bisikan Roh Halus, Isi Keris hingga Tasbih

Salah satu hal unik lainnya dari Gua Gembyang pengunjung tidak diperbolehkan menggunakan penerangan saat menelusuri atau saat berada di dalam gua. Selain itu harga tiket Gua Gembyang sangat terjangkau yaitu Rp 3.000 per orang dengan jam buka dari pagi jam 06.00 hingga jam 17.00 sore. NINIS

 

Editor : Imron Arlado
Sumber : Jawapos
pacet wisata sejarah gua gembyang mojokerto