JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kawasan Trowulan di Kabupaten Mojokerto kembali mencuri perhatian publik. Momentum libur panjang bulan Mei membuat situs peninggalan Kerajaan Majapahit ini menjadi destinasi utama ribuan wisatawan dari berbagai daerah.
Dinas Pariwisata mencatat peningkatan signifikan jumlah wisatawan dibandingkan tahun lalu. Libur panjang yang bertepatan dengan akhir pekan menjadi faktor utama derasnya arus kunjungan.
Baca Juga: Asah Kemampuan Copywriting, Tingkatkan Branding Edukatif dan Berkualitas
Candi Bajang Ratu, Candi Wringin Lawang, hingga Kolam Segaran menjadi magnet utama. Wisatawan antusias mengabadikan momen sekaligus belajar sejarah Majapahit melalui pemandu lokal.
Pendopo Agung Trowulan menjadi pusat kegiatan budaya. Pertunjukan tari tradisional dan musik gamelan digelar untuk menyambut wisatawan.
Ramainya kunjungan turut menggerakkan roda ekonomi lokal. Pedagang makanan khas Mojokerto seperti onde-onde dan penjual cendera mata kebanjiran pembeli.
Kemudahan akses melalui jalur Mojokerto–Jombang membuat Trowulan semakin diminati. Pemerintah daerah menambah fasilitas parkir dan pos pelayanan wisata.
Banyak sekolah dan komunitas memanfaatkan libur Mei untuk tur edukasi. Anak-anak diajak mengenal sejarah Majapahit secara langsung di lokasi peninggalan.
Baca Juga: Yayasan LSPI Arrosyiid Mojokerto 26 Tahun Berkontribusi Majukan Pendidikan
Dengan tren kunjungan yang terus meningkat, Trowulan diproyeksikan menjadi destinasi unggulan Jawa Timur. Konsep heritage tourism diperkuat agar warisan Majapahit tetap lestari.
Pemerintah daerah berkomitmen memperbaiki infrastruktur dan fasilitas penunjang. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus melestarikan situs bersejarah.
Wisatawan mengaku terkesan dengan atmosfer sejarah yang masih terasa kuat. Libur panjang Mei 2026 pun menjadi momentum kebangkitan wisata Majapahit di Trowulan.
KALKY
Editor : Imron Arlado