KABUPATEN - Disbudporapar Kabupaten Mojokerto meminta para pengelola objek pariwisata menyiagakan tenaga medis di tempat. Langkah ini sekaligus sebagai upaya respons cepat pertolongan medis jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tak diinginkan.
’’Kami mengimbau agar semua pihak terutama pengunjung wisata, tetap menjaga keselamatan. Karena yang cuaca akhir-akhir ini tidak menentu. Seperti hujan lebat disertai angin kencang yang berpotensi terjadinya bencana,” ungkap Kepala Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto.
Disbudporapar turut meminta pengelola wisata menyiagakan petugas medis. Termasuk secara aktif melakukan koordinasi dengan lintas instansi. Seperti halnya kecelakaan maupun bencana alam. ”Dalam momentum liburan ini, kami juga sampaikan kepada pengelola untuk tetap memperhatikan cuaca. Apabila cuaca semakin memburuk, kami meminta agar para wisatawan segera meninggalkan lokasi,” terang Ardi.
Sebagaimana prakiraan BMKG, hingga akhir Maret mendatang wilayah Jawa Timur menghadapi masa puncak musim hujan. Sehingga selama sepekan ke depan warga bumi Majapahit juga diminta waspada akan potensi terjadinya bencana akibat cuaca ekstrem. ’’Berbagai potensi sebisa mungkin kita antisipasi sedini mungkin untuk menekan adanya korban,’’ pungkasnya. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah