KOTA - Menurut kalender 15 hari setelah perayaan Tahun Baru Imlek, biasanya ada cap go meh. Yakni, pertanda berakhirnya rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek. Di samping itu juga dikenal sebagai festival lampion.
Dalam tradisi cap go meh sendiri ada kudapan yang khas. Salah satunya lontong cap go meh. Sebelumnya menu ini hanya dikhususkan bagi masyarakat Tionghoa saja. Namun, dengan adanya akulturasi budaya lokal, saat ini makanan tersebut dapat dinikmati oleh semua orang.
Meski hanya bernama lontong, hidangan khas ini berisi ragam lauk dan rempah yang memadukan budaya Tionghoa dan Jawa. ’’Umumnya, isiannya terdiri dari lontong, opor ayam, sayur lodeh, sambal goreng ati, telur pindang dan koya,’’ kata Owner Lontong Sayur dan Kari Ayam tenant 14 di Rasapura Mpok Ulpe.
Dia menuturkan, penyajiannya pun terbilang unik. Sebab satu porsi harus dihidangkan dengan piring yang penuh, lauk dan kuah harus menjulang tinggi dan melimpah. ’’Menurut filosofinya, menandakan keberkahan dan kemakmuran,’’ ujarnya.
Menurutnya, biasanya lontong cap go meh ini menggunakan ayam kampung sebagai lauknya. ’’Yang kami sajikan di Rasapura ini versi ekonomis,’’ imbuhnya.
Mpok Ulpe menjelaskan, bagi Anda yang ingin menikmati menu lontong cap go meh bisa datang lamgsung ke Sunrise Mall Mojokerto. Bukan menu itu saja yang dihadirkan, tetapi juga ada menu yang lain. Mulai lontong sayur ndeso, lontong kari ayam, lontong sayur tetelan, serta nasi rica ayam kemangi.
’’Menu spesial ini bisa Anda nikmati hanya dengan Rp 20.000,- saja,’’ ungkapnya. Ia menambahkan, untuk jam buka mengikuti operasional Sunrise Mall Mojokerto. ’’Kami buka mulai pukul 10 pagi hingga jam 10 malam,’’ imbuh Mpok Ulpe. (dik/ris)
Editor : Fendy Hermansyah