Seperti yang tampak di Wanawisata Air Panas Padusan, Kecamatan Pacet. Peningkat wisatawan sudah terlihat sejak pukul 10.00. Mereka yang datang dari berbagai daerah berbondong-bondong menuju destinasi wisata yang berada di lereng Gunung Welirang tersebut.
’’Secara persentase kami belum menghitung, tetapi yang jelas secara kasat mata dua hari ini memang ada peningkatan kunjungan wisatawan,’’ ungkap Kepala Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto, kemarin (28/12).
Peningkatan kunjungan wisatawan ini cukup terasa dari padatnya arus lalu lintas di kawasan wisata. Baik motor maupun mobil pribadi. Seperti halnya di Bundaran Pacet dan sekitarnya. Sejak kemarin pagi lalu lintas dari arah Mojokerto dan Mojosari tergolong padat dari biasanya.
’’Kalau hari biasa sepi. Ini tadi (kemarin, Red) saya ke Pacet lalu lintas padat banget. Peningkatan pengunjung berlangsung antara pukul 10.00 sampai pukul 13.00. Dan itu terjadi merata di semua objek wisata. Seperti Ubalan Waterpark, dan terkhusus yang mengarah ke Wanawisata Air Panas Padusan,’’ jelasnya.
Meningkatnya pengunjung ini tentu menjadi peluang pemda dalam mendulang PAD dari sektor pariwisata di pengujung tahun 2025. Tak sekadar pada libur Natal yang berlangsug beberapa hari terakhir, melainkan juga libur menuju pergantian tahun.
’’Semoga saja libur Tahun Baru nanti cuacanya juga mendukung, tidak terjadi cuaca ekstrem agar wisatawan juga tidak malas keluar. Karena cuaca juga memang sangat menentukan tren kunjungan wisatawan,’’ tegasnya.
Meski demikian, Ardi optimistis tren kunjungan hingga akhir tahun akan terus meningkat dan bisa menyumbang PAD tahun berjalan. Sehingga ditargetkan setidaknya angkanya sama seperti libur Natal dan Tahun Baru tahun 2025 lalu.
’’Saya mengaca dari tahun lalu saja. Kalau tahun lalu dalam kurun sampai Natal saja hampir Rp 700 juta, kalau sampai Tahun Baru itu bisa mencapai Rp 800 juta lebih. Tetapi, sekali lagi semoga tahun ini didukung dengan cuaca yang baik,’’ paparnya.
Menurutnya, kondisi alam yang tak menentu belakangan ini sangat memengaruhi volume kunjungan. Hal itu ada kaitannya dengan keamanan dan kenyamaan wisatawan saat berada di kawasan objek wisata.
’’Mudah-mudahan cuaca bersahabat, tidak terjadi cuaca ekstrem di Kabupaten Mojokerto. Sehingga objek-objek akan banyak dikunjungi wisatawan yang muaranya pada PAD makin naik,’’ pungkasnya. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah