Backhoe Diterjunkan Bersihkan Semak dan Eceng Gondok
KABUPATEN - Setelah lama mati suri, Mojokerto Kawasan Pariwisata (MKP) Brantas di Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, disebut-sebut bakal dihidupkan kembali. Hal itu terlihat dari aktivitas pembersihan semak-semak, eceng gondok, dan pembuatan tanggul di tepi Sungai Brantas menggunakan backhoe.
Hampir selama sepekan ini satu unit alat berat diturunkan di lahan seluas sekitar 6 hektare tersebut. Aktivitas cabang olahraga (cabor) seperti ski air dan dayung bahkan mulai dipusatkan kembali di sini. ’’Ya, ini rencananya mau dimanfaatkan lagi. Khususnya untuk cabang olahraga (cabor), pariwisata, dan kuliner,’’ ungkap Syamsuddin, petugas Satpol PP Kabupaten Mojokerto, di lokasi, kemarin.
Memang, sejak dibangun pada kisaran 2014 silam, lahan yang memanfaatkan sepadan sungai sebelumnya bernama Taman Brantas Indah (TBI) ini perlahan tak pernah lagi dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan. Padahal, sebelumnya banyak event digeber di lokasi itu. Di antaranya pertunjukan seni, hiburan, acara komunitas motor, olahraga dayung, jetski, ski air, hingga perlombaan kicau burung.
’’Selama ini memang sudah ada, tapi belum dimaksimalkan. Nah, ini mulai dihidupkan kembali oleh cabor-cabor, khususnya dayung dan jetski,’’ imbuhnya. Meski selama beberapa tahun mati suri, namun MKP yang sebelumnya diproyeksikan sebagai kawasan wisata Bahari di Mojokerto tersebut diam-diam menjadi jujukan sebagian masyarakat. Seperti sekadar untuk berteduh, bersantai, ngopi, hingga digemari para pecinta burung berkicau.
Menyusul, adanya lokasi gantangan di sisi barat yang hampir tak pernah mati dari kegiatan kicau mania setiap pekan. ’’Harapan kami ini nanti bisa jadi destinasi wisata, olahraga, dan kegiatan positif lainnya. Khususnya, bagi warga yang tinggal di utara sungai. Eman-eman kalau potensi sebagus ini tidak dimanfaatkan, kita bisa lihat kawasan kota dari sini lebih indah dan nyaman,’’ papar Syamsuddin. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi