Disbudporapar Dorong Perubahan Perda Retribusi
KABUPATEN - Pemkab Mojokerto dorong perubahan Perda tentang pajak dan retribusi daerah. Khususnya, poin tentang besaran retribusi bagi kunjungan wisatawan asing untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto Norman Handhito mengatakan, meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara di bumi Majapahit tak banyak mempengaruhi realisasi PAD. Itu lantaran harga tiket masuk mereka tak dibedakan dengan wisatawan lokal. ’’Meski jumlah kunjungannya meningkat sampai lima ribu wisatawan asing pada 2024, namun itu tidak banyak mempengaruhi PAD kita,’’ ungkapnya.
Kondisi itu berbeda dibandingkan pada 2023. Meski jumlah wisatawan mancanegara hanya 1.495 orang, hal itu cukup berdampak pada realisasi PAD. Bahkan, tembus Rp 74 juta selama setahun. Itu setelah harga retribusi mereka dibedakan dengan wisatawan lokal. ’’Waktu itu di perda lama wisatawan asing masing dipatok Rp 50 ribu sekali masuk, tetapi pada 2024 harganya sama dengan wisatawan lokal hanya tujuh ribu sekali masuk, makanya tidak bisa mendongkrak PAD,’’ paparnya.
Tak urung, tahun ini pihaknya pun mendorong adanya perubahan perda tentang pajak dan retribusi daerah. Khususnya poin tentang besaran retribusi untuk kunjungan wisatawan asing. ’’Harapan kami nominalnya bisa sama seperti tahun 2023, sekali masuk Rp 50 ribu per wisatawan. Mudah-mudahan disetujui. Jadi eman-eman kalau masih tetap sama karena tren kunjungannya 2024 meningkat signifikan,’’ pungkasnya.
Sebelumnya, kunjungan wisatawan asing ke Kabupaten Mojokerto tahun ini meningkat signifikan, yakni mencapai 5 ribu orang. Itu membuktikan jika destinasi wisata sejarah dan budaya di bumi Majapahit benar-benar menyita perhatian dan menjadi daya tarik dunia. Peningkatan paling banyak ada di Pusat Informasi Majapahit (PIM). Pada Museum Trowuan ini kunjungannya mencapai 2.103 wisatawan dari sebelumnya 559 wisatawan. Artinya, ada peningkatan sebesar 1644 wisatawan.
Peningkatan pengunjung juga terjadi di Candi Tikus yang mencapai 1.714 orang, dari sebelumnya hanya 354 orang, atau ada kenaikan 1.360 wisatawan. Lalu, Candi Bajang Ratu ada 800 kunjungan dari turis asing, dari sebelumnya 390 orang. Sedangkan di Candi Brahu terdapat 363 wisatawan dari 293 wisatawan mancanegara, dan Candi Wringin Lawang 20 wisatawan, dari sebelumnya nihil kunjungan. ’’Dengan tren kunjungan ini destinasi wisata sejarah di bumi Majapahit ini benar-benar menyita perhatian dan menjadi daya tarik dunia,’’ tegas Norman. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi