Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tonjolkan Experience dalam Menggaet Wisatawan, MTB Jawab Tuntutan Kebutuhan Wisata Kekinian

Indah Oceananda • Senin, 23 September 2024 | 12:40 WIB
PERLU DIEKSPLOR: Air terjun Dlundung, Trawas menjadi salah satu obyek wisata alam unggulan yang dimiliki Kabupaten Mojokerto.
PERLU DIEKSPLOR: Air terjun Dlundung, Trawas menjadi salah satu obyek wisata alam unggulan yang dimiliki Kabupaten Mojokerto.

KABUPATEN - Pergeseran kebutuhan berwisata semakin menguat belakangan ini. Dari melihat menjadi menikmati, dan tertarik menjelma dalam keterlibatan. Menyusul, dibarengi tren perilaku masyarakat dalam berwisata.

Itu yang diungkapkan Solikin, inisiator Majapahit Tourism Board (MTB) di bawah naungan Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) Korda Mojokerto Raya.

Dia menyebutkan, perubahan perilaku tersebut terjadi karena adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan media sosial dalam kehidupan.

Menurutnya, perubahan perilaku berwisata masyarakat mestinya disikapi dengan baik oleh pemerintah dalam hal kebijakan dan keberpihakan alokasi anggaran.

’’Perubahan perilaku juga harus disikapi oleh pengelola destinasi wisata dan penyelenggaran event dalam hal menyajikan konten destinasi maupun event, yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat kekinian yang dimaksudkan,’’ katanya.

Alumnus lulusan FISIP UNEJ ini mencontohkan, rombongan ibu-ibu saat ini, menghabiskan waktunya menunggu sang anak pulang sekolah dengan cara hiburan. Seperti, jajan dan ngopi.

’’Mereka tidak sedang lapar atau haus, mereka hanya membutuhkan tempat untuk sharing, berfoto, dan saling berbagi cerita. Dan mereka akan membawa pengalaman yang kemudian didokumentasikan, baik berupa produk fotografi maupun videografi,’’ terang dia.

Menurut Solikin, pengaruh rombongan kaum Hawa ini, sangat berpengaruh bagi kelompok masyarakat lainnya . Secara tak sengaja, virus FOMO (fear of missing out), mampu menjadi dorongan bagi mereka.

Khususnya dalam mengeksplorasi lebih dalam tentang obyek destinasi wisata yang telah atau akan dikunjungi. ’’Karena muncul rasa FOMO atau tak mau ketinggalan inilah, akhirnya bisa dimanfaatkan untuk pengembangan destinasi wisata,’’ tutur konsultan dan kreator destinasi wisata berpengalaman ini.

Seperti yang diketahui, Mojokerto  secara geografis terletak di daerah strategis. Di antaranya, Surabaya, Malang dan Kediri. Ditambah lagi, ketiga kota ini telah memiliki bandar udara komersial dan terhubung  dengan jalan tol ke Mojokerto.

’’Dengan keunggulan destinasi wisata alam dan wisata arkeologi Majapahit, secara sudut pandang ekonomi Mojokerto menjadi sosok yang menarik.

Baik bagi wisnu (wisatawan nusantara) dan bahkan wisman (wisatawan mancanegara) serta bagi Investor yang bergerak dalam bisnis pariwisata,’’ ulas pria yang telah terjun di bidang pariwisata selama 13 tahun itu.

Sehingga, hemat Solikin, menjadi tantangan tersendiri bagi Mojokerto baik pemerintah maupun pelaku usaha pariwisata dan event. Keberadaan MTB diprediksi bakal memegang peran penting.

Dengan tujuan, menciptakan tali hubung antara pemerintah dan pelaku wisata dan event. ’’Tentunya juga menyambungkannya dengan ekosistem industri pariwisata yang lebih luas,’’ imbuh pria 55 tahun tersebut.

Kehadiran MTB, ungkapnya, juga diharapkan menjadi penguat untuk terciptanya kolaborasi yang kokoh. Itu dalam rangka menjawab tantangan zaman dan tuntutan yang berubah sangat cepat.

’’Yaitu kebutuhan experience bagi wisman dan wisnu, dalam pengembangan kawasan obyek wisata di Kota Mojokerto dan Kabupaten Mojokerto,’’ tandas Solikin. (oce/fen)

Editor : Imron Arlado
#trawas mojokerto #destinasi wisata #Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) #wisata