Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto, Norman Handhito, mengatakan, libur Lebaran sedikit menjadi momentum mendulang pendapatan asli daerah sektor wisata.
Itu setelah puluhan ribu wisatawan serbu destinasi wisata di bumi Majapahit. ’’Sesuai data kami, kunjungan wisatawan pada libur lebaran sebanyak 26.524 orang,’’ ungkapnya.
Angka itu terbagi dalam sepuluh destinasi wisata yang dikelola pemda. Paling banyak, kunjungan wisatawan pada Wana Wisata Padusan Pacet sebanyak 11.853 orang, disusul kolam Air Panas Padusan sebesar 6.858 orang.
Lalu ada kunjungan pada destinasi Air Terjun Dlundung sebesar 2.747 orang.
Sedangkan pada Ubalan Waterpark hanya 1.189 orang, baik dewasa maupun anak-anak.
Sementara petirtaan Jolotundo 1.203 orang dan Coban Canggu sebanyak 825 wisatawan. ’’Angka itu tercatat dalam seminggu pada libur Lebaran. Mulai 8 April sampai 15 April,’’ tegasnya.
Begitu juga dengan objek wisata sejarah dan religi di Trowulan yang juga turut menyumbang angka peningkatan kunjungan.
Utamanya di Kompleks Makam Troloyo dengan kunjungan 1.122 orang, Candi Brahu 315 orang dan masing-masing 206 orang pada Candi Bajang Ratu, dan Candi Tikus.
Menurutnya, peningkatan kunjungan ini lebih tinggi dari yang ditargetkan sebanyak 21.649 orang.
Kendati begitu, sesuai data yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, kunjungan wisata pada libur Lebaran kali ini tak lebih banyak jika dibandingkan libur Natal dan tahun baru sebelumnya kunjungan tembus 32.282 wisatawan.
’’Lebaran tahun ini kelihatannya kunjungan wisatawan memang lesu, tidak seramai liburan sebelumnya, seperti Nataru,’’ tegasnya.
Lesunya kunjungan ini terjadi merata diseluruh destinasi wisata di Bumi Majapahit. Tidak hanya objek wisata yang dikelola pemda saja, sesuai monitoring kondisi yang sama juga dialami swasta.
’’Kita juga kan monitoring yang swasta, mereka juga bilangnya lebih ramai tahun lalu,’’ tuturnya.
Menurutnya, lesunya kunjungan wisatawan tahun ini memang bisa dilihat dari kepadatan lalu lintas yang tak berarti di jalur wisata. Kondisi itu diprediksi akibat libur Lebaran yang cukup panjang.
Sehingga, kondisi itu membuat warga banyak yang pilih mudik keluar kota. ’’Mungkin salah satunya liburannya panjang, jadi banyak yang mudik di luar Mojokerto,’’ tandasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah