RADARMOJOKERTO - Kuliner pedas kian diganderungi oleh berbagai kalangan masyarakat.
Para pelaku usaha kuliner pun gencar membuka usaha dengan menu-menu yang identik dengan makanan pedas.
Salah satunya warung nasi lodeh mercon Jaiyah, misalnya. Ia menawarkan masakan lodeh mercon dengan sensasi pedas. Maka tidak heran, menjadikan warung Jaiyah diserbu pelanggan.
Warung Jaiyah sudah berdiri sejak 24 tahun silam. Berlokasi di Dusun/Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Tepatnya di depan SDN Kejagan.
Dibantu enam karyawan, warung Jaiyah buka setiap hari mulai pukul 04.00 hingga 08.00, dan buka kembali pukul 16.00 hingga 20.00.
”Pelanggan paling ramai biasanya waktu sore,” kata Jaiyah, pemilik usaha.
Warung tersebut menyediakan beberapa menu. Seperti, nasi lodeh mercon, pecel, rawon, dan soto.
Di antara menu-menu tersebut yang menjadi andalan adalah nasi lodeh merconnya.
Untuk seporsi nasi lodeh mercon, pecel, dan rawon hanya dibanderol Rp 10 ribu. Itu pun sudah termasuk minuman teh hangat, es teh, atau kopi. Sedangkan untuk nasi soto dijual Rp 13 ribu.
Dalam satu porsi nasi lodeh mercon, berisi nasi, sayur lodeh pepaya, tempe, dan kerupuk.
Perpaduan gurih dan pedas menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta pedas.
”Rasa lodeh merconnya pedes banget, tapi bikin ketagihan,” ujar Raffi, pelanggan asal Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko.
Jaiyah mengungkapkan, dalam sehari ia mampu menghabiskan 50 kilogram beras. Proses pemasakan terbagi menjadi dua kali, yaitu pagi dan sore, masing-masing 25 kilogram beras.
Selain itu, dalam sehari, ibu dua anak tersebut menghabiskan 3 kilogram cabai rawit. ”Sehari bisa sampai 50 kilogram beras, dan 3 kilogram cabai,” ungkapnya.
Pelanggan yang datang kebanyakan berasal dari daerah sekitar Mojokerto. Wanita 51 tahun tersebut mengungkapkan, dalam sehari mampu meraup omzet Rp 2 juta.
”Pelanggan paling banyak dari daerah sekitar saja. Untuk Penghasilan paling banyak Rp 2 juta sehari,” pungkasnya. (putri fadiyah)
Editor : Moch. Chariris