Pemerintah menargetkan destinasi anyar berkonsep private ini mampu menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) hingga Rp 300 juta.
Kabid Pariwisata Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Antor Subendi mengatakan, Kolam Air Panas VVIP yang dibangun sejak 2019 ini segera dibuka untuk umum.
Ia memastikan, bilik kolam ini segera dimanfaatkan. ’’Targetnya, memang bakal launching tahun ini,’’ ungkapnya.
Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan kapan waktu operasional tersebut.
Sebab, disbudporapar perlu melakukan penambahan kelengkapan agar layak dikunjungi wisatawan yang ingin berendam air panas secara private di kawasan hutan pinus tersebut.
’’Akan kita lengkapi dulu, apa-apa saja yang kurang untuk persiapan buka. Insyaallah buka setelahnya,’’ tegasnya.
Ditargetkan pengerjaan konstruksi yang belum lengkap ini dilakukan Maret melalui anggaran APBD 2024. Hanya saja, lanjut Antor, pemanfaatan hanya menyasar tiga dari enam kolam yang ada lantaran keterbatasan anggaran.
’’Sesuai petunjuk pimpinan, yang utama memfungsikan beberapa kolam pakai air panas sekaligus mandi bilasnya pakai air dingin. Tidak semua, 3 kolam dulu,’’ paparnya.
Sesuai Perda nomor 3 tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang ditetapkan sejak 5 Desember 2023, destinasi anyar ini bakal dibanderol Rp 150 ribu per kolam sekali masuk dengan kapasitas 4-6 orang.
’’Dengan dibukanya tiga kolam VVIP itu, tahun ini target yang kita pasang bisa terealisasi PAD sebesar Rp 300 juta,’’ jelasnya.
Beberapa fasum sebenarnya sudah tersedia. Meliputi, loket, musala, pagar keliling, parkir hingga kamar mandi.
Perlu diketahui, proyek di bawah lereng Gunung Welirang ini dibangun mulai sejak 2019 dengan nilai Rp 851 juta dan dilanjutkan pada 2021 dengan nilai Rp 469 juta.
Setidaknya ada enam bangunan yang bakal dijadikan kolam VVIP untuk wisatawan. Tiga dibangun tahun 2019 dan tiga kolam lagi dibangun 2021. Kondisi enam kolam ini juga dilengkapi bilik bilas. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah