Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Wisata di Bumi Majapahit Jadi Jujukan Wisatawan Domestik hingga Mancanegara

Khudori Aliandu • Sabtu, 16 Desember 2023 | 15:55 WIB

BERNILAI SEJARAH: Candi Bajang Ratu di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, bakal menjadi salah destinasi wisata jujukan peserta Scooter Harmoni Nusantara.
BERNILAI SEJARAH: Candi Bajang Ratu di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, bakal menjadi salah destinasi wisata jujukan peserta Scooter Harmoni Nusantara.
DESTINASI wisata sejarah menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kondisi ini berbanding lurus dengan kunjungan yang terus mengalami kenaikan. Seperti di Candi Brahu, Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, Makam Religi Troloyo, hingga Museum Trowulan.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto Norman Handhito menegaskan, Mojokerto yang dijuluki sebagai Bumi Majapahit tentu sudah tak asing lagi bagi wisatawan.

Bahkan kekayaan sejarah yang ada tak sedikit menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara.

’’Beberapa kali bahkan wisata sejarah kita ini jadi pilihan wisatawan mancanegara,’’ ungkapnya.

CAGAR BUDAYA: Candi Brahu di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
CAGAR BUDAYA: Candi Brahu di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

November lalu, wisatawan asing yang naik kapal pesiar di pelabuhan tanjung perak Surabaya itu, datang ke Bumi Majapahit dengan rombongan empat bus.

Mereka berkeliling untuk menikmati peninggalan bersejarah ini. Mulai Candi Brahu, Candi Tikus, hingga Museum Trowulan.

’’Trennya juga ada kenaikan realisasi PAD di wisata sejarah kita,’’ tegasnya.

Sesuai data, per bulan November, pendapatan Museum Trowulan sudah mencapai Rp 178 juta, lalu Makam Troloyo Rp 471 juta, Candi Brahu Rp 26,9 juta, Candi Bajang Ratu Rp 25,5 juta, dan Candi Tikus Rp 26,3 juta.

Menurut Norman, keberadaan wisata sejarah ini memang menjadi magnet tersendiri.

Pengunjung dapat menikmati sisa-sisa kejayaan masa lalu melalui benda-benda peninggalan tersebut.

MUSEUM SEJARAH: Museum Trowulan di Pusat Informasi Majapahit, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
MUSEUM SEJARAH: Museum Trowulan di Pusat Informasi Majapahit, Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Benda-benda peninggalan tersebut antara lain terdiri dari bidang irigasi, pertanian, arsitektur, perdagangan, perindustrian, agama, dan kesenian.

Seluruh koleksi ditata di dalam gedung, halaman, dan pendopo museum.

’’Peninggalan sejarah itu sendiri yang menjadi daya tarik. Objek sejarah peninggalan kerajaan terdahulu yang masih terjaga dan terawat. Heritage yang tersisa di Mojokerto itu tentu memiliki nilai tinggi,’’ tegasnya.

Jika melihat karakteristik daerah, Kabupaten Mojokerto ini mempunyai potensi besar di sektor wisata.

Segala macam destinasi sudah lengkap dengan kawasan pariwisata segitiga emas yang menjadi andalan di Bumi Majapahit. Yakni, Pacet dan Trawas dengan pesona alamnya.

Sedangkan, Trowulan yang kaya benda cagar budaya nasional sebagai wisata sejarah.

SEJARAH RELIGI: Makam Syekh Jumadil Kubro di Kompleks Makam Troloyo, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
SEJARAH RELIGI: Makam Syekh Jumadil Kubro di Kompleks Makam Troloyo, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.

Tak heran jika kemudian, Kabupaten Mojokerto ini berjuluk Mojokerto Full of Majapahit Greatness yang berarti, Penuh dengan Kemegahan Majapahit.

Artinya, Majapahit tak sekadar menjadi slogan, melainkan diwujudkan dalam pembangunan infrastruktur yang memiliki asas manfaat bagi sektor ekraf di tengah masyarakat.

’’Kita punya wisata alam, kita punya wisata histori, kita punya wisata religi, ini yang menjadi modal kita menjadikan Kabupaten Mojokerto besar dengan sistem ekonomi kerakyatan,’’ jelasnya. (ori/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#Majapahit #wisata #Mancanegara #mojokerto #bumi