KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto — Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto selalu memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Sebelas destinasi wisata yang dikelola pun siap memanjakan wisatawan di puncak liburan gelombang kedua setelah Lebaran, dua hari ke depan.
Bahkan, lima objek wisata andalan juga dibuka selama 24 jam nonstop. Meliputi, Wana Wisata Padusan Pacet, Kolam Renang dan Air Panas Pacet, Petirtaan Jolotundo, dan wisata religi Troloyo, serta Air Terjun Dlundung, Trawas.
Kepala Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Norman Handhito mengungkapkan, jika momentum liburan selalu menjadi angin segar bagi pelaku wisata dan ekonomi kreatif. Termasuk, disbudporapar agar bisa menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) yang sudah ditargetkan. Termasuk, di puncak liburan gelombang kedua setelah Lebaran 1444 H, dua hari ke depan. "Tentu, puncak liburan dua hari ke depan (Sabtu dan Minggu) menjadi kesempatan kita untuk mengajak wisatawan berlibur di objek wisata yang kita kelola," ungkapnya.
Menurutnya, untuk kesiapan penebalan personel juga sudah dilakukan untuk disiagakan di 11 objek wisata yang dikelolanya. Termasuk tim medis, juga dilibatkan dalam pengamanan di kawasan wisata. Hal itu untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pengunjung. "Objek wisata yang nyaman dan aman menjadi motto kami. Itu selalu kita tekankan di setiap momen. Tentu itu kita lakukan dengan memastikan kesiapan sarana prasana penunjangnya," jelasnya.
Selain itu, keramahan pelayanan di tiap destinasi juga selalu dijunjung tinggi petugas di lapangan. Diharapkan hal itu bisa berdampak positif pada respons wisatawan di setiap kunjungannya. Sehingga bisa kian menarik pengunjung dari berbagai daerah untuk bisa mendulang PAD secara optimal. "Selain memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan, kami juga membuka lima dari 11 objek wisata yang kami kelola selama 24 jam nonstop," tandasnya.
Di antaranya, Wana Wisata dan Kolam Renang Air Panas Pacet. Objek wisata yang berada di lereng Gunung Welirang ini hingga kini masih jadi jujukan favorit wisatawan.
Sebab, kolam Air Panas yang bersumber dari belerang Gunung Welirang, hingga kini bisa jadi altenatif terapi kesehatan karena masih diyakini bisa menyembuhkan berbagai masalah kesehatan. "Jadi, wisatawan tidak sekadar berlibur, tapi banyak dari mereka juga antusias karena ada tujuan tertentu terkait masalah kesehatannya. Dengan berendam air belerang, mereka meyakini bisa jadi alternatif terapi," bebernya.
Terlebih wana wisata berendam ini tak banyak ditemukan di objek wisata di luar sana. Sedangkan tiga lainnya, masing-masing petirtaan Jolotundo, di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, dan wisata religi Troloyo, di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, serta Air Terjun Dlundung yang berada di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas. "Yang Air Terjun Dlundung ini juga kita buka 24 jam saat Sabtu dan Minggu. Di kawasan ini juga ada fasilitas camping," bebernya.
Berbagai fasilitas yang ditawarkan dipastikan bakal memanjakan para wiatawan. Salah satunya dilengkapi berbagai wahana bermain anak di kolam renang anak. Sehingga cocok jadi tujuan liburan keluarga. Termasuk adanya perluasan parkir. "Kami juga siagakan tenaga kesehatan dan tambahan kekuatan personel sebagai pengawasan," tandasnya. (ori/ron) Editor : Fendy Hermansyah