Animo wisatawan juga terlihat dari kepadatan arus lalu lintas menuju kawasan dataran tinggi Mojokerto tersebut. Pantauan kemarin, kepadatan arus menuju tempat wisata tampak sejak simpang tiga klenteng, Kecamatan Mojosari. Polisi memberlakukan rekayasa lalu lintas saat Jawa Pos Radar Mojokerto melintas sekitar pukul 10.00. Guna mengurai penumpukan kendaraan, pengguna jalan dari arah barat atau Bangsal dilarang langsung belok ke arah selatan atau Pacet.
Akibat pengalihan arus ini, banyak pengendara, khususnya roda dua yang putar balik secara sembarangan. Di sepanjang jalan menuju Pacet, keramaian jalan didominasi mobil pribadi dan roda dua. Arus lalu lintas mengalami kepadatan sampai wilayah Kutorejo tanpa menimbulkan kemacetan. Jamak ditemukan kendaraan wisatawan dengan kode plat nomor polisi luar kota, seperti L dan W.
Memasuki wilayah Pacet, arus lalu lintas justru melandai. Kendaraan terpecah masuk ke kantong-kantong objek wisata yang tersebar dari Desa Warugunung. Kondisi demikian terpantau sampai Bundaran Pacet. Kawasan pertemuan arus dari berbagai arah itu cukup landai. Volume kendaraan kembali mengalami peningkatan begitu masuk jalur wisata Desa Padusan.
Berbagai tempat wisata kolam renang dan pemandian air panas jadi tujuan, salah satunya Wana Wisata Padusan. Destinasi milik Pemkab Mojokerto ini terlihat ramai pengunjung sejak di loket masuk. Koordinator Wana Wisata Padusan Heru Utomo mangatakan, tingkat kunjungan selama libur Lebaran cukup tinggi. Sekitar 4.333 tiket telah terjual selama hari H Sabtu (22/4) sampai H+2 Senin (24/4). Pada H+2, jumlah wisatawan mencapai 2.033 pengunjung atau terbanyak dalam sehari.
Sedangkan pada hari H hanya tercatat sekitar 800 pengunjung dan 1.500 pengunjung pada H+1. ’’H+2 itu puncaknya liburan, kalau hari ini (kemarin, Red) karena terakhir libur jadi menurun karena mungkin banyak yang sudah persiapan kerja,’’ ujarnya ditemui di lokasi.
Di hari terakhir kemarin, pihaknya memprediksi tak lebih dari 1.000 wisatawan yang datang. Dengan estimasi jumlah ini, setidaknya wisata yang menyediakan wahana kolam renang dan pemandian air panas ini meraih sedikitnya 5.333 penunjung selama empat hari. Meskipun tingkat kunjungan lebih rendah dari momen libur Lebaran tahun lalu, menurutnya, jumlah ini sudah sesuai dengan target dan kemampuan pengelola.
Terlebih jika dibandingkan dengan hari biasa, tingkat kunjungan selama liburan ini sudah mengalami kenaikan signifikan. ’’Kalau hari biasa 200 sampai 300 pengunjung pada weekday dan 500 sampai 800 pengunjung saat weekend,’’ bebernya.
Heru mengaku beruntung dengan situasi cuaca yang bersahabat selama liburan. Curah hujan tinggi ditambah bencana yang kerap terjadi selama musim penghujan belakangan berpengaruh pada menurunya minat wisatawan.
Dirinya juga memprediksi, setelah kondisi normal seiring usainya libur Lebaran, jumlah pengunjung akan kembali naik akhir pekan nanti. Hal ini seiring dengan libur panjang yakni akhir pekan yang disambung dengan libur nasional Hari Buruh 1 Mei. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah