Event tahunan yang digelar untuk memperingati Hari Air Sedunia dibuka secara resmi pada Senin (20/3) oleh Wali Kota Ika Puspitasari. Di hari kedua ini orang nomor satu di lingkungan pemkot ini kembali menilik sekitar 10 stan yang berdiri di bawa jembatan Rejoto.
Di tengah kunjungannya, Ning Ita juga ikut menyajikan rujak ulek yang menjadi bagian kuliner khas yang disajikan dalam pameran UMKM yang bertema tempo doeloe. Rujak ini kemudian dinikmati di bantaran Sungai Ngotok bersama para kepala OPD yang ikut mendampingi. Selain itu, sejumlah kudapan tempo dulu juga tersedia. Ada apem, putu ayu, dan kue kucur. Termasuk, juga minuman beras kencur, sari kedelai, dan serabi. Tak sekadar itu, juga ada sejumlah produk kerajinan para pelaku UMKM. ’’Produk-produk ini merupakan hasil dari konsistensi kami dalam rangka peningkatan kapasitas UMKM di Kota Mojokerto,’’ ungkap Ning Ita.
Menurutnya, selama empat tahun menjabat, dirinya terus konsisten dalam mengembangkan para pelaku ekonomi kreatif. Setidaknya sudah ada sepuluh ribu lebih UMKM yang mendapatkan pelatihan, pendampingan, pemberian modal usaha, hingga pembentukan koperasi. Upaya itu sekaligus menjadi bukti dukungan dan komitmen Pemkot Mojokerto dalam meningkatkan ekonomi kreatif yang menjadi denyut nadi perekonomian masyarakat.
’’Jadi, metode 4P yang konsisten selama 4 tahun ini sudah menunjukkan hasil, semakin banyaknya UMKM yang berkembang dan naik kelas di Kota Mojokerto. Sehingga beberapa produk UMKM kami pun sudah ada yang dipasarkan di pasar internasional, tidak hanya alas kaki, tapi juga produk makanan,’’ tegasnya.
Selain pemeran produk, UMKM, Mojotirto Festival hari kedua ini juga dimeriahkan pertunjukan teaterikal Tirta Amerta hingga kesenian campursari. Drama teaterikal Tirta Amerta digelar di bantaran Sungai Ngotok ini merupakan persembahan Sanggar Lokapala karya Sutradara Kukun Triyoga. Tarian ini menceritakan perjalanan manusia, air yang menjadikan kami lahir dan tanah yang membuat kami kembali. ’’Mojotirto Festival ini kami ingin mengucap syukur karena air melimpah sepanjang tahun sehingga Kota Mojokerto tak pernah kekeringan. Ada 7 sungai di wilayah kami bagian dari anugerah Allah SWT,’’ jelas Ning Ita.
Event ini juga sudah menjadi agenda rutin Pemkot Mojokerto. Di tahun keempat ini, Mojotirto sekaligus sebagai tonggak dimulainya pembangunan Wisata Bahari Mojopahit di bantaran Sungai Ngotok. Proyek strategis nasional yang didanai DAK lima Kementerian, yaitu DAK Tematik Integratif ini diharapkan bisa berjalan lancar.
’’Semoga ke depannya tidak hanya event seni budaya dan pameran UMKM, tapi juga ditunjang infrastruktur wisata. Ke depan bakal ditunjang jalan khusus yang terkoneksi dengan Jalan Empunala selebar 18 meter. Sehingga wisatawan dari berbagai daerah yang datang akal lebih dimudahkan untuk mengakses wisata berbasis budaya dan sejarah ini,’’ paparnya. (ori/ron)
Editor : Fendy Hermansyah