Wisata ini berada di lokasi Wanawisata Dlundung. Tepatnya, di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas. Air Terjun Dlundung berjarak kurang lebih 38 kilometer, dengan waktu tempuh 1 jam 10 menit dari Kota Mojokerto. Wisata ini dibuka setiap hari Senin sampai Jumat pukul 07.00 – 16.00. Sedangkan, hari Sabtu dan Minggu buka selama 24 jam.
Air Terjun Dlundung memiliki panorama alam yang indah dan eksotis. Karena lokasinya berada di antara hutan lereng Gunung Welirang yang lebat. Masih banyak pohon-pohon besar yang tumbuh di sekitar air terjun dan menjadikan udara terasa sejuk. Sehingga cocok untuk melepas penat bersama teman dan keluarga.
”Tempat ini menjadi lokasi wisata karena akses yang mudah untuk dijangkau,” tutur Arif Rokhma, Koordinator Pariwisata Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, Air Terjun Dlundung ini mempunyai kilas sejarah yang menarik, dan saat ini masih dalam proses pengumpulan data dan fakta.
Mayoritas wisatawan yang datang, ingin melihat langsung keindahan Air Terjun Dlundung. Tak hanya itu, pengunjung juga kerap kali menghabiskan waktu di area camping. Pengunjung asal Mojokerto, Zukiyahmatin Farida mengaku dirinya memang sering mengunjungi Air Terjun Dlundung sebanyak empat kali. ”Saya mendapatkan informasi air terjun ini dari media sosial. Sangat direkomendasikan bagi masyarakat yang belum ke Air Terjun Dlundung,” terang Farida.
”Saya baru pertama kali ke sini, suasana sangat sejuk, pemandangan air terjun yang bagus,” tambah Samsul Hidayah, pengunjung asal Surabaya.
Banyaknya warung yang tersedia di area wisata menjadikan ekonomi masyarakat jauh lebih meningkat. Setiap tahunnya untuk menarik minat wisatawan, pihak pengelola melakukan pembangunan dan pembaruan di area Air Terjun Dlundung. Beberapa wisatawan berharap adanya kafe atau tempat nongkrong diperbanyak dan dibangun lebih menarik untuk spot foto.(pontas/ris)
Editor : Fendy Hermansyah