Bakso Barongan berdiri tahun 2019 ini ramai dibicarakan, karena harganya murah dengan variasi menu beragam. Selain lebih dari 20 menu bakso, warung ini juga menyediakan menu mie ayam. Pastinya membuat tempat makan dengan nama tak biasa ini kian ramai pembeli.
"Saya dulu jualan bakso keliling. Warung ini sendiri baru berdiri tahun 2019, pas anak saya kelas dua SMP," tutur Yani, pemilik warung Bakso Barongan, Sabtu (7/1).
Nama unik warung ini sendiri berasal dari para pelanggan yang acap kali menyebut barongan. Barongan artinya pekarangan yang tumbuh banyak bambu.
Yani menceritakan lokasi kali pertama dia berjualan memang dikelilingi pohon bambu. Tempat yang nyaman, rasa yang enak dan beragam. Serta harganya yang terjangkau membuat warung ini terkenal dari mulut ke mulut. Terlebih, dia tak pernah promosi di media sosial.
"Saya sendiri tidak ada waktu untuk bermain media sosial soalnya harus jaga kasir. Karyawan saya juga semuanya sibuk. Jadi ya dari mulut ke mulut saja, kadang ada beberapa pengunjung yang menyebarkan lewat media sosial," ujarnya.
Wanita 34 tahun itu menjelaskan usaha baksonya bisa ramai karena variasi menu beragam dan harga bersahabat. "Saya rasa, kalau masalah resep, semua orang pasti bisa, ya. Paling yang beda varian menunya banyak. Jadi pelanggan tidak bosan," terangnya.
Para pelanggannya tak hanya dari Mojokerto saja, Tak jarang pelanggan dating dari luar kota, terutama Surabaya. Evi, 43, dan Fitri, 30, sebagai pelanggan dia rela jauh-jauh dari Bangsal untuk menikmati bakso barongan. ”Rasa bakso di sini enak, menunya variatif, dan yang penting harganya miring,” tutur Evi. (Fia Ayu Febriyanti/fen)
Editor : Fendy Hermansyah