Bakpia Faisal diproduksi sejak 2008 berlokasi di Dusun Jurangjeru, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Jajanan ini memiliki rasa yang lezatnya sangat terasa.
Faisal, pemilik produk Bakpia Faisal mengatakan, meski di tengah pandemi, industri kecil menengah (IKM) dinaungi Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Mojokerto ini tidak pernah sepi peminat. ’’Dibilang naik, ya, ada peningkatan penjualan. Alhamdulilah, tiap tahun kalau pas ada orang punya hajat begini, penjualan pasti naik. Karena banyak pesanan buat oleh-oleh,’’ ungkapnya.
Faisal menyebutkan, usaha jajanan ini dimulai sejak 2008 dengan berjualan keliling hingga pelosok desa dan pasar pasar yang ada di Mojokerto dan Pasuruan. Saat itu, dia berpikir dengan membuat kemasan yang lebih kecil hingga menarik untuk oleh-oleh orang hajatan. ’’Awalnya berjualan harus keliling dari pasar-pasar yang ada di Mojokerto dan Pasuruan,’’ katanya.
Pada 2018, bakpia yang ia produksi berkembang pesat hingga proses pemasaran tidak lagi jualan keliling tetapi melalui kiriman. Ini karena Bakpia Faisal memiliki kekhasannya tersendiri. Sebab, ragam isian, gurih dan legitnya bakpia ini sudah terkenal di penjuru Nusantara. ’’Untuk pemasaran hingga NTT. Paling banyak pemesanan melalui online,’’ ujarnya.
Faisal pun menjamin buatannya masih segar karena terbuat dari beberapa yang berkualitas. Bakpia ini memiliki beberapa varian isian yakni kacang hijau yang pulen, renyah, dan legit. Selain isiannya yang lezat, bakpia ini buatan generasi ketiga keluarga ini mempunyai kulit yang lembut pulen dan gurih. ’’Kami adonannya menggunakan tepung berkualitas dicampur gula pasir dan memakai minyak goreng berkualitas. Alat penggorenggannya pun juga khusus, karena berukuran jumbo,’’ ujarnya.
Pihaknya menambahkan selama pesanan ramai, ia kerap melayani pembelian dalam jumlah ratusan pack untuk satu orang. Bahkan, selama musim orang hajatan , gerai sederhana miliknya bisa menjual sampai 5 ribu biji bakpia. Untuk hari biasa, produksinya mencapai 100 Kg per bulan. Untuk harga satu kotak dibanderol mulai Rp 6.000 - Rp 20.000, tergantung banyaknya bakpia. ’’Yang beli ya macam-macam, ada yang untuk dikonsumsi sendiri sebagai suguhan. Ada juga yang beli buat oleh-oleh saudaranya. Ada yang buat oleh-oleh tamu,’’ ujarnya. (bas/fen)
Editor : Fendy Hermansyah