Salah satu kuliner yang terkenal adalah Sambelan Ikan Wader. Menu ini kini seolah menjadi magnet bagi pengunjung wisata Trowulan dan juga pecinta kuliner Mojokerto dan sekitarnya. Lokasinya yang mudah dijangkau kian mendekatkan kuliner gurih sedap ini dengan para pemburu makanan enak Mojokerto.
Akan tetapi, di balik Sambelan Wader Trowulan, rupanya ada pula menu yang tak kalah asyiknya. Dikemas hampir mirip dengan Sambelan Wader, tapi menu ini menawarkan sensasi rasa yang amat berbeda. Adalah Sambelan Ikan Kuthuk. Sekilas memang mirip dari segi format basic yakni sambelan.
Meski begitu, sambelan ini menggunakan bahan ikan Kuthuk atau juga disebut ikan gabus. Olahan ikan kuthuk ini dipercaya sudah ada sejak era Majapahitan. Maklum, ikan ini memang sudah menjadi endemik Pulau Jawa. Ekosistemnya berada di rawa-rawa, sungai, hingga saluran air yang lebih kecil.
Nah, berangkat dari bahan baku yang berbeda rupanya menghasilkan kualitas kuliner yang berbeda pula. Bahkan, sensasi Sambelan Ikan Kuthuk, tak kalah dengan Sambelan Ikan Wader, yang ukurannya jauh lebih kecil. Akhir pekan seperti sekarang ini, sajian Sambelan Ikan Kuthuk ini banyak diincar para penggila kuliner tradisional.
Salah satunya tersedia di warung area Kolam Segaran, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Warung di dekat situs era Majapahit itu menyajikan Sambelan Ikan Kuthuk dengan bumbu spesial.
Selain sambelan ikan wader di kawasan Kolam Segaran, Trowulan Kabupaten Mojokerto. Ikan kuthuk atau ikan gabus juga menjadi sasaran para pecinta kuliner dengan paduan pedasnya sambal ini. Bahkan jika akhir pekan sudah menjadi sasaran warga luar Mojokerto.
Yoyok, warga asal Sidoarjo, saat berkunjung ke Trowulan, dirinya juga ingin merasakan sambal ikan kuthuk. "Kalau ikan wader kan sudah sering, tapi kalau ikan kuthuk baru kali ini," ujar bapak satu anak ini.
Jika Sambelan Ikan Wader menyajikan ikan berukuran kecil, Sambelan Ikan Kuthuk menyajikan ikan kuthuk yang mirip lele. Hanya saja, daging ikan Kuthuk lebih besar dan banyak. Tak pelak, Yoyok pun mengaku "jatuh hati" dengan ikan tersebut. "Enak kok dan dagingnya tebal," ungkapnya.
Dirinya bersama anak dan istrinya ini menghabiskan akhir pekan untuk berkunjung ke museum. Lalu, dilanjutkan santap siang di kawasan kuliner dekat Kolam Segaran, Trowulan, Mojokerto. (rif/fen) Editor : Fendy Hermansyah