Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

KEMPO

Yulianto Adi Nugroho • Jumat, 17 Mei 2024 | 14:40 WIB
Photo
Photo

 BANYAKNYA seni bela diri dari berbagai belahan dunia yang berkembang di Indonesia kerap membuat masyarakat awam bingung membedakan antara satu dengan yang lain. Seperti bela diri kempo yang ternyata merupakan akar dari seni bela diri Jepang yang cukup dikenal. Seperti karate, jujitsu, judo, dan aikido. Tak heran jika kempo disebut sebagai bela diri berumur 5 ribu tahun.

 Dilansir dari berbagai sumber, meski menginsipirasi banyak bela diri di Negeri Matahari Terbit, awal mula kempo sebenarnya muncul di India. Kempo mulanya dipopulerkan pendeta Buddha bernama Dharma Thaisi, yang pada tahun 550 Masehi mengembara ke daratan China untuk menyebarkan agama Buddha.

 Di tengah berbagai fase invasi dan perang selama awal abad ke-20, teknik bela diri kempo telah dipelajari dan menyebar hingga Jepang, dengan nama shorinji kempo. Bela diri dengan dua teknik utama, yakni goho (memukul, menendang, dan menangkis), serta juho (teknik lunak) itu kelak menjadi salah satu induk ilmu karate yang kemudian melahirkan genre bela diri lainnya.

 Teknik bela diri kempo memperbolehkan semua anggota tubuh digunakan. Seorang kenshi (atlet kempo) dapat melakukan serangan dalam bentuk hantaman tangan, tendangan, sikut, lemparan, hingga kuncian. Ini yang membedakannya dengan karate yang lebih menekankan pada teknik tendangan dan pukulan.

 Sebagai bela diri yang memiliki karakter tegas dan filosofis, ajaran kempo umumnya lebih condong pada sistem pertahanan diri. Biasanya kempo tak mengajarkan untuk melakukan serangan lebih dulu. Kenshi hanya boleh memulai pertandingan dengan teknik menangkis atau menyerang balik. Ini pula yang membedakannya dengan karate dan bela diri sejenisnya yang dapat menyerang secara tiba-tiba (blitz) dengan tempo yang tidak terlalu tinggi.

 Kempo masuk ke Indonesia dibawa oleh tiga pemuda yang menjalani studi di Jepang pada tahun 1960-an. Ketiganya kemudian membentuk Persaudaraan Bela Diri Kempo (Perkemi) sebagai wadah sejak 1966. Kempo mulai dipertandingkan di ajang multievent nasional PON 1997. Kempo juga terus berkembang di level daerah. Pada Porprov VIII Jatim 2023 lalu, kontingen kempo Kabupaten Mojokerto berhasil meraih 1 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu. (adi/ris)

Editor : Hendra Junaedi
#jujitsu #kempo #karate