Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Askot PSSI Bentuk Yayasan Persem Kota Mojokerto

Fendy Hermansyah • 2022-12-16 21:59:45
LIGA 3: Skuad Persem Mojokerto saat mengawali persiapan tim di lapangan Panggreman Kota Mojokerto musim kompetisi lalu.
LIGA 3: Skuad Persem Mojokerto saat mengawali persiapan tim di lapangan Panggreman Kota Mojokerto musim kompetisi lalu.
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tidak diputarnya Liga 3 regional Jatim, tak membuat Askot PSSI Mojokerto tergesa-gesa dalam melegalkan Persem menjadi sebuah yayasan. Saat ini, otoritas sepak bola di Kota Onde-Onde tersebut justru memilih hati-hati dalam upayanya melepaskan Persem menjadi tim mandiri.

Khususnya ketika memilih dan menyusun pengurus yang siap menakhodai Laskar Damarwulan dalam mengarungi setiap kompetisi. Kehati-hatian ini agar tidak ada sengketa yang menyelimuti skuad Badai Bdiru di kemudian hari.

Ketua Umum Askot PSSI Mojokerto, Joko Rustianto mengaku, semua anggota komite eksekutif (exco) belum sepakat bertemu untuk membahas pembentukan pengurus yayasan Persem. ’’Belum dibahas, kemarin exco belum sepakat waktu pembahasannya karena ada kesibukan masing-masing,’’ ujarnya. Joko mengakui, dalam penyusunannya, ia tidak bisa mendikte setiap anggota exco.

Artinya, hasil susunan pengurus nanti berdasarkan kesepakatan lima anggota exco dan pengurus inti. Cara tersebut, dinilai Ook, sapaan akrabnya agar ada rasa adil. Sehingga semua usulan tertampung lalu dirumuskan bersama. Usulan tersebut adalah suara-suara yang mereka dapatkan dari klub anggota internal yang nantinya akan menjadi pemegang saham Persem. Termasuk dari kalangan eks pemain dan juga insan sepak bola Kota Mojokerto.

Sehingga, ke depan semua elemen bola Kota Onde-Onde akan saling merasa memiliki Persem apapun dan bagaimanapun kondisinya. ’’Ya kami tidak bisa menentukan sendiri. Semua harus ada dasarnya dan bagaimana cara mengatasinya,’’ tambahnya. Selama ini, Persem masih menggunakan kepengurusan biasa sebagai legalitas dalam mengarungi kompetisi. Meski tidak dilarang di Liga 3, namun kedepan Laskar Damarwulan harus diupayakan mandiri, baik secara legalitas maupun manajemennya.

Sehingga persoalan klasik seperti krisis keuangan maupun komposisi pemain bisa diatasi antarpengurus. ’’Ya harapannya tidak ada kendala dalam mengarungi kompetisi. Nantinya bisa mencari sumber keuangan sendiri, dan tidak tergantung dari anggaran pemerintah,’’ tandasnya.

Sebelumnya, Persem sendiri sudah mati suri sejak sejak Oktober lalu. Atau dua bulan sebelum kompetisi Liga 3 regional musim 2022 diputuskan Asprov PSSI Jatim tidak diputar. Ketiadaan sumber anggaran menjadi kendala manajemen Laskar Damarwukan hingga harus menghentikan persiapannya. (far/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #Mojopahit #nasib persem #kerajaan majapahit #Kota Mojokerto #liga 3 #pemain persem #mojokerto #askot pssi mojokerto #persem kota mojokerto #soekarno #trowulan #onde-onde