Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jai Alai, Mirip Squash dari Spanyol

Yulianto Adi Nugroho • Senin, 29 Juli 2024 | 13:15 WIB

 

Photo
Photo

JAI alai adalah olahraga bola dalam ruangan yang belum terlalu terkenal di Indonesia. Konsep olahraga yang berkembang sejak abad ke-16 ini sekilas mirip dengan squash.

Yang unik, dan kelak menjadi ciri khas, jai alai memiliki alat khusus dengan bentuk unik untuk menangkap dan melempar bola.

 Dikutik dari sejumlah sumber, jai alai merupakan olahraga yang berasal dari Basque, negara otonom yang berada di wilayah kedaulatan Spanyol. Karena itu jai alai juga sering disebut dengan olahraga Basque.

Olahraga ini dimainkan menggunakan bola karet berukuran kecil bernama pelota. Bola itu dilempar dan ditangkap dengan alat berupa keranjang melengkup. Alat unik yang memiliki istilah cesta ini terikat di salah satu tangan pemain.

 Permainan jai alai digelar di lapangan dengan tiga dinding. Rata-rata panjang dinding sekitar 53 meter dengan lebar 15 meter dan tingginya mencapai 12 meter. dinding dan lantai dibuat secara khusus untuk menahan hentakan bola.

 Konsep permainan ini sekilas mirip dengan olahraga squash yang  memantulkan bola ke arah dinding menggunakan raket khusus. Di jai alai, pelemparan dan penangkapan bola dilakukan menggunakan cesta.

 Lengkungan pada cesta memungkinkan seorang pemain jai alai mampu melemparkan bola dengan kecepatan tinggi. Lemparan bola yang tak mampu dikembalikan pemain lawan akan menjadi poin.

 Jai alai saat ini berkembang pesat di daratan Eropa serta Amerika dan Amerika Latin. Olahraga ini bahkan sudah punya federasi internasional dan kejuaraan dunia sendiri. (adi/fen)

Editor : Imron Arlado
#squash