YONGMOODO sempat naik daun di Indonesia, meski belakangan ini kembali layu. Bela diri asal Korea Selatan ini bahkan pernah menjadi cabor PON 2024.
Namun, tak lagi dipertandingkan pada dua edisi terakhir. Lalu, seperti apa sebetulnya bela diri yongmoodo itu?
Sebagaimana dilansir dari sejumlah sumber, yongmoodo merupakan bela diri yang mengombinasikan gerakan banting, tendang, kunci, dan piting.
Karena itu, olahraga ini sering juga disebut sebagai paket komplet dari beberapa aliran seni bela diri lain. Seperti hapkido, judo, hingga taekwondo.
Di Indonesia, yongmoodo awalnya menjadi salah satu seni bela diri yang diajarkan ke prajurit TNI Angkatan Darat.
Olahraga ini dikenal sebagai bela diri militer sejak 2008 silam. Sementara itu, bagi kalangan publik, yongmoodo mulai populer sejak 2012.
Sejak itu, tak sedikit dojan, sebutan sasana yongmoodo, bermunculan di banyak daerah. Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI) sebagai wadah cabor pun ikut terbentuk.
Kelak perkembangan yongmoodo bukan main. Bahkan, sempat dipertandingan di PON edisi 2016.
Sayang pada PON 2020 dan PON tahun ini, bela diri tersebut tak diikutkan karena masalah kepengurusan organisasi. Dalam pertarung, seorang petarung yongmoodo dapat melakukan gerakan menendang, memukul, hingga membanting.
Teknik yongmoodo terfokus pada ketepatan, kecepatan, dan kekuatan fisik. Hanya saja, ada beberapa catatan dalam pertandingan yongmoodo. Seperti serangan yang hanya boleh diarahkan ke badan, dan dilarang mengenai kaki, tangan, dan kepala. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi