LACROSSE merupakan olahraga melempar dan menangkap bola menggunakan tongkat berjaring.
Olahraga ini masih terbilang baru di dunia, dan karena itu baru akan dipertandingkan untuk pertama kali di Olimpiade 2028 mendatang.
Seperti dilansir dari berbagai sumber, lacrosse pertama kali lahir di Amerika Utara. Versi tradisional olahraga tim ini konon telah dimainkan oleh para suku Indian pada 1400-an.
Seiring waktu, permainan ini menjadi olahraga prestasi yang populer di Amerika dan Eropa.
Prinsip permainan lacrosse sebetulnya cukup sederhana. Dua tim yang masing-masing terdiri atas 10 pemain saling berhadapan di lapangan untuk mencetak gol ke gawang lawan dengan cara saling umpan.
Laiknya sepak bola, pemain lacrosse dibagi dalam beberapa posisi, seperti penjaga gawang hingga penyerang.
Lapangan yang digunakan seukuran lapangan sepak bola atau lapangan hoki, sesuai dengan kategori permainan. Peralatan utama yang dibutuhkan dan ini menjadi bagian penting dalam lacrosse adalah sebuah stik atau tongkat.
Alat ini punya semacam jaring di ujungnya yang befungsi untuk melempar atau menangkap bola.
Adapun bola lacrosse terbuat dari karet padat seukuran bola kasti, tepatnya berdiameter 20 sentimeter dengan berat sekitar 150 gram.
Tak ubahnya American football, pemain lacrosse dilengkapi dengan pelindung tubuh maksimal, seperti helm khusus. Peralatan ini dipakai lantaran pertandingan lacrosse sarat akan benturan keras.
Di Indonesia, lacrosse mulai berkembang di kota-kota besar sejak beberapa dekade terakhir. Indonesia Lacrosse Commision yang berdiri sejak 2013 dan Federasi Lacrosse Indonesia pada 2021 menjadi wadah olahraga yang eksis saat ini. (adi/ris)
Editor : Imron Arlado