Olahraga ultimate frisbee atau yang memiliki nama Indonesia piring terbang belum dikenal secara luas.
Padahal olahraga ini menarik karena melibatkan dua tim di lapangan untuk saling mencetak gol.
Hanya saja ultimate frisbee tidak menggunakan bola lalu ditendang, melainkan cakram plastik yang dilempar.
Seperti dilansir sejumlah sumber, Perkumpulan Piring Terbang Indonesia (PPTI) selaku induk olahraga ultimate frisbee di Tanah Air saat ini terus melakukan ekspansi ke daerah dalam upayanya agar diakui sebagai cabor resmi oleh KONI.
Hingga akhir tahun lalu sedikitnya sudah ada enam perwakilan PPTI yang tersebar di Jakarta, Bandung, Makassar, Surabaya, Bali, dan Papua.
Kendati belum populer di kalangan masyarakat, olahraga ini sebenarnya sudah ada dan dimainkan di Jakarta sejak 1996.
Empat tahun kemudian mulai digelar kompetisi tahunan bertajuk Nusantara Cup di Bali. Kompetisi ini bahkan diikuti pemain dari negara di Asia Tenggara, Oceania, hingga Amerika, tempat lahir ultimate frisbee.
Prinsip olahraga ini merupakan gabungan unsur permainan American Football atau rugby dan sepak bola. Ultimate frisbee dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari tujuh pemain.
Adapun lapangan yang digunakan memiliki panjang 100 meter dengan lebar 37 meter. Sepanjang 18 meter dari total panjang lapangan di kedua ujungnya merupakan area gawang alias end zone.
Baca Juga: FKI-1 Desak DKPP RI Segera Tuntaskan Kasus KPU Kabupaten Mojokerto
Seperti bermain sepak bola, dua tim yang saling berhadapan mendapat poin apabila berhasil mencetak gol ke gawang lawan.
Setiap tim akan berupaya memainkan cakram supaya sampai ke gawang lawan dengan cara dilempar. Saling umpan cakram dengan tangan pun menjadi tontonan utamanya, layaknya American Football.
Pemain ultimate frisbee dilarang mengumpan cakram yang disebut disk sambil berlari. Menangkap disk yang telah dilempar sendiri termasuk pelanggaran, ini seperti voli yang mengharamkan double touch.
Peralatan utama dalam ultimate frisbee tak lain adalah cakram. Benda mirip piring ini terbuat dari plastik tahan lama, umumnya polietilen, yang dirancang untuk dilempar dengan jarak dan akurasi maksimal. Standar ukuran cakram yang digunaan yakni berdiameter 27,3 sentimeter dengan berat 175 gram. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi