SATU hal persamaan dari banyaknya jenis olahraga bersepeda, seperti balap sepeda hingga mountain bike (MTB) yang dikenal saat ini adalah menggunakan sepeda ”normal”.
Yakni, sepeda yang digerakkan dengan sistem penggerak rantai dan pedal.
Namun, ketiadaan unsur penting pada sepeda itu rupanya bisa menjadi ciri khas dari jenis olahraga baru.
Namanya pushbike alias bersepeda dengan ”mesin” penggerak berupa dorongan kaki.
Semua yang ditemui dalam sepeda pada umumnya ada di sepeda pushbike, kecuali rantai dan pedal.
Ya, sepeda ini memang unik, karena sengaja dirancang tanpa alat penggerak itu.
Seorang penunggang pushbike harus mengeluarkan tenaga untuk menggerakkan dan mengontrol laju sepedanya.
Hal yang tampaknya menyusahkan tersebut rupanya memang menjadi inti sari dari olahraga yang berkembang di Indonesia, setidaknya sejak sedekade terakhir itu.
Berdasarkan penelusuran jejak pemberitaan, kejuaraan pushbike paling lampau pernah digelar di Bali pada 2017.
Saat kejuaraan tersebut diadakan, olahraga pushbike belum begitu populer di tanah air. Ajang itu diikuti oleh peserta umur 2-7 tahun dari sejumlah negara.
Seperti Malaysia hingga Jepang, dan hanya satu peserta dari Indonesia.
Seiring waktu, jenis olahraga sepeda ini kian dikenal. Bahkan, berkembang pesat sejak beberapa tahun terakhir.
Berbagai kejuaraan di banyak daerah mulai digelar. Saat ini pushbike menginduk di Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) yang menjadi wadah olahraga nonprestasi dan permainan tradisional di Tanah Air.
Pushbike juga dipertandingkan dalam Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) VII 2023 di Jawa Barat.
Olahraga pushbike memang diperuntukkan bagi anak-anak. Sepeda khusus yang dipakai memiliki ukuran mini sekitar 12 inci.
Pertandingan pushbike biasanya dibedakan berdasarkan kategori usia peserta dari 2 tahun sampai 8 tahun.
Sedangkan untuk jenis pertandingan umumnya adalah beradu kecepatan mencapai garis finis dengan rute tertentu yang tak terlalu panjang.
Venue pushbike sangat fleksibel, karena bisa menempati halaman mal dan gedung hingga area parkir maupun lapangan.
Selain menjadi olahraga kompetisi, pushbike diakui memiliki segudang manfaat bagi anak. Di antaranya, melatih sistem gerak motorik anak karena harus fokus menjaga keseimbangan hingga kekuatan otot. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi