JAWA POS RADAR MOJOKERTO - ULASAN kali ini tentang olahraga baru bernama kurash, bela diri asal Uzbekistan. Cabang olahraga yang pertama kali dipertandingkan di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang itu memiliki kemiripan dengan judo, gulat, dan sambo.
Kurash bertujuan saling menjatuhkan badan lawan dengan cara membanting atau melempar. Olahraga ini hanya memperbolehkan atlet menyentuh bagian tubuh atas lawan. Dengan demikian, menjatuhkan lawan menggunakan atau mengincar kaki jelas dilarang. Aturan itu setidaknya yang membedakan kurash dengan bela diri serumpun.
Dalam pertandingan kurash, kemenangan akan diraih apabila atlet berhasil menjatuhkan lawan sampai punggungnya menyentuh matras. Sedangkan jika hanya menjatuhkan lawan dengan posisi menyamping hanya akan mendapat poin.
Meski masih terdengar asing di Indonesia, kurash rupanya telah menjadi olahraga turun terumur di negara asalnya, Uzbekistan nun di belahan bumi Asia Tengah sana. Bela diri ini setidaknya sudah berusia 3.000 tahun dan dimainkan sebagai gulat tradisional di atas permukaan pasir atau lapangan.
Kurash menjadi warna baru di perhelatan Porprov VIII Jatim 2023 lalu. Pertandingan cabor anyar ini digelar di Astoria Convention Hall, Kota Mojokerto. Kiprah kontingen tuan rumah porprov tahun lalu, Kota Mojokerto, cukup moncer di cabor baru tersebut. Mereka sukses meraih dua medali emas dan dua medali perunggu.
Begitu pula dengan saudara tuanya, Kabupaten Mojokerto, yang berhasil mendapat tiga medali perunggu. Karena tak berbeda jauh dengan bela diri lain, atlet kurash dari Mojokerto Raya kerap berlatih bersama dengan cabor bela diri lain seperti judo, gulat, sambo, dan taekwondo. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi