’’Anak-anak tetap latihan seperti biasa,’’ ujar Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Mojokerto Agus Setiawan, kemarin.
Agus memastikan materi latihan atlet tak dikurangi. Kendati demikian, porsi berlatih para pegulat dipangkas sampai 30 persen dengan durasi selama 1,5 jam.
’’Anggap saja latihan sarana ngabuburit atlet gulat,’’ imbuh dia.
Agus menyatakan, April nanti pihaknya akan menatap kejuaraan gulat tingkat internasional di Malang. Seluruh atlet disiapkan untuk turun di ajang tersebut.
’’Ini menjadi bagian dari program kami untuk pengembangan atlet sebelum turun pada porprov tahun depan,’’ bebernya.
Selain untuk mengasah kemampuan dan menambah pengalaman atlet, ajang itu juga menjadi kesempatan untuk memantau peta kekuatan calon lawan dari daerah lain di porprov.
Karena itu, atlet kini tetap digenjot dengan latihan selama puasa di markas mereka di Gedung PAUD Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan.
’’Latihan dalam bulan Ramadan ini untuk menjaga kebugaran dan pemantapan teknik,’’ tandasnya.
Gulat merupakan salah satu cabor andalan pendulang medali porprov. Di edisi Porprov VIII 2023 lalu, Kabupaten Mojokerto selaku tuan rumah gulat berhasil menyabet 5 medali, meliputi 2 emas, 1 perak, dan 2 perunggu.
Medali emas diraih Anugrah Bagus Wibawa dari nomor gaya grego 60 kilogram (kg) dan M. Nashor dari grego 50 kg.
Sementara itu, medali perunggu disumbang Yaksa Rahman Hadi dari grego 87 kg dan masing-masing perunggu oleh Awan Nararyo dari gaya bebas 45 kg dan M. Sayrozi dari gaya bebas 50 kg. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah