Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Cabor Takraw Kota Mojokerto Latih Pemain Muda, Masih Usia Sekolah Dasar, Asah Skill dan Mental untuk Porprov 2025

Yulianto Adi Nugroho • Selasa, 20 Februari 2024 | 21:15 WIB

POTENSIAL: Atlet muda sepak takraw binaan PSTI Kota Mojokerto menjalani latihan rutin di halaman GOR Indoor, kemarin.
POTENSIAL: Atlet muda sepak takraw binaan PSTI Kota Mojokerto menjalani latihan rutin di halaman GOR Indoor, kemarin.
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Regenerasi atlet menjadi kunci tim sepak takraw Kota Mojokerto dalam menatap Porprov IX 2025 mendatang.

Para pemain muda diandalkan untuk tampil pada ajang dua tahunan tersebut.

Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kota Mojokerto sedang membina sekitar 24 atlet muda.

Mayoritas dari mereka masih duduk di bangku sekolah dasar. Tahun depan, pemain-pemain junior tersebut bakal memasuki usia remaja dan siap untuk turun dalam ajang porprov.

’’Pada 2025 kami memberanikan diri untuk menurunkan anak-anak yang junior ini, kita bina terus sehingga tahun depan bisa seperti yang senior,’’ tutur pengurus sekaligus pelatih di PSTI Kota Mojokerto Bambang Sugianto, kemarin.

Tim sepak takraw Kota Mojokerto menurunkan 14 atlet terdiri dari 7 putra dan 7 putri pada Porprov VIII 2023 lalu.

Bermain sebagai tuan rumah di GOR Seni Mojopahit, penampilan mereka kurang memuaskan.

Satu keping medali pun gagal mereka diraih. Bambang mengatakan, sebagian atlet hingga kini masih menjalani latihan rutin seminggu dua kali.

’’Yang usia porprov masih antusias untuk ikut latihan bersamaan dengan anak-anak yang junior ini,’’ beber guru olahraga di SDN Miji 3 itu.

Menurut dia, di samping tetap menurunkan atlet usia matang, tak ada salahnya atlet-atlet muda juga tampil di porprov tahun depan.

Terlebih, selama pembinaan panjang selama setahun lebih ini, pengalaman dan kemampuan mereka terus diasah.

Pada Desember 2023 lalu, mereka mengikuti kejuaraan sepak takraw usia dini se-Jawa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Hasilnya, 5 regu putra dan putri mampu tembus hingga babak 8 besar. Sepanjang tahun ini, atlet-atlet muda yang terseleksi melalui kejuaraan antarsekolah itu akan menjalani sejumlah agenda uji coba.

Seperti uji coba dengan pemain-pemain usia dini yang tergabung dalam klub sepak takraw di Sidoarjo.

Pertandingan melawan tim seumuran ini untuk mengasah kemampuan dan menambah pengalaman mereka.

Menurut Bambang, uji coba tersebut kemungkinan digelar pada Maret atau Mei setelah lebaran.

Tak hanya soal kemampuan dan pengalaman, mental para pemain juga butuh dibangun.

Karena itu, Bambang juga akan mempertemukan anak-anak didiknya dengan tim usia lebih tinggi di SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Jatim.

Hal itu supaya para atlet tersebut tidak keder ketika tampil dalam kompetisi seperti porprov yang memiliki tekanan tinggi.

’’SMANOR kan sudah punya atlet PON Jatim, atlet kita yang SD ini harus berani diuji dengan tim kemampuan tinggi supaya mental anak-anak lebih kuat,’’ tandasnya. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#muda #pemain #takraw #mojokerto #cabor