Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dirtek Akademi Arema Jadi Instruktur, 30 Pelatih Klub/SSB di Mojokerto Bakal Jalani Kursus Lisensi D

Yulianto Adi Nugroho • Kamis, 15 Februari 2024 | 19:30 WIB

KOMPETISI: Pertandingan final Piala Soeratin Askab PSSI Mojokerto di Kecamatan Pungging tahun lalu.
KOMPETISI: Pertandingan final Piala Soeratin Askab PSSI Mojokerto di Kecamatan Pungging tahun lalu.
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kursus pelatih lisensi D dipastikan bergulir setelah Askab PSSI Mojokerto menerima rekomendasi dari PSSI.

Bersama persetujuan kegiatan yang dikeluarkan pada Selasa (13/2) itu, PSSI menunjuk Direktur Teknik Akademi Arema FC sebagai instruktur.

Kursus pelatih sepak bola lisensi D PSSI akan digelar askab pada 19-25 Februari mendatang. Pelatihan selama sepekan itu diikuti 30 pelatih SSB anggota dan klub internal di Kabupaten Mojokerto.

Kepastian pelaksanaan kegiataan ini ditegaskan melalui surat rekomendasi yang dikirim PSSI kepada askab.

”Rekom semua kegiatan itu dari PSSI pusat, jadi sebelumnya kami sudah proses pengajuan ke Asprov Jatim dan diteruskan ke pusat,” tutur Sekretaris Askab PSSI Mojokerto Alfiyah Berliana Hanifa, kemarin.

Dalam pengajuan kegiatan itu, pihaknya juga melampirkan data ke-30 peserta kursus.

Mereka adalah para pelatih yang selama ini menangani akademi sepak bola di Bumi Majapahit.

”Mereka direkomkan anggota askab," imbuh dia. Rencananya, kursus akan digelar di Elkisi Edupark, Kecamatan Pungging.

Alfiyah menyatakan, dalam rekomendasinya, PSSI juga menunjuk pelatih kawakan Joko Susilo sebagai instruktur.

Mantan pelatih Arema FC yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik (Dirtek) Arema Football Academy itu bakal memberi pelatihan kepada seluruh peserta.

Anggota Exco Askab PSSI Mojokerto Sigit Eko Pramono menyebut, pelatih itu antara lain meliputi cara melatih yang baik dan benar sesuai standar.

Sigit menyatakan, kursus ini untuk meningkatkan kapasitas para pelatih akademi sepak bola.

Dengan menguasai ilmu dan kemampuan yang mumpuni, mereka diharapkan mampu melahirkan pesepak bola muda yang lebih berkualitas.

Di samping itu, sebagian besar pelatih di 21 SSB anggota/klub internal belum mengantongi lisensi tingkat awal yakni D.

Kepemilikan sertifikasi itu menjadi salah satu parameter pelatih berkualitas. ” Dengan pelatih yang bagus, akan melahirkan pemain bagus. Lisensi itu penting untuk meng-upgrade ilmu biar mereka tidak asal melatih,” ucapnya. 

Pembinaan sepak bola di Kabupaten Mojokerto perlu terus ditingkatkan. Selain dengan meningkatkan kapasitas pelatih, memperbanyak kompetisi jenjang usia juga menjadi salah satu langkahnya.

Hal itu pula yang diupayakan askab. Sepanjang tahun ini, sejumlah agenda kejuaraan untuk kelompok usia 10 tahun sampai remaja bakal digelar.

Antara lain kompetisi pra-Piala Soeratin, Piala Soeratin U-13 dan U-15, Liga Festival U-10 dan U-12, dan kompetisi lainnya. (adi/ron)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#askab #pssi #ssb #Klub #mojokerto