Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pushbike, Latih Motorik Anak, Begini Menariknya Olahraga Rekreatif Satu Ini

Yulianto Adi Nugroho • Senin, 5 Februari 2024 | 23:25 WIB

MERIAH: Anak-anak berlomba mendorong sepeda dalam kejuaraan pushbike di halaman Kantor Pemkab Mojokerto.
MERIAH: Anak-anak berlomba mendorong sepeda dalam kejuaraan pushbike di halaman Kantor Pemkab Mojokerto.
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Kegiatan olaharga yang dinaungi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) terus mengalami perkembangan.

Seperti olahraga pushbike alias sepeda tanpa pedal yang kini banyak digandrungi para belia. Balap sepeda dengan mengandalkan dorongan kaki ini bagus untuk melatih motorik anak. 

Minggu (4/2), halaman Kantor Pemkab Mojokerto mendadak jadi arena balap pushbike. Buyung-buyung saling adu kecepatan melintasi rute yang melingkar dari sisi barat sampai tengah-tengah pendapa.

Mengenakan alat pelindung diri lengkap seperti helm dan sepatu, mereka mendorong sekencang-kencangnya sepeda tanpa pedal, rem, dan rantai itu dengan gerak kaki. 

Lomba yang digelar komunitas Gajahmada Pushbike Mojokerto itu diikuti sekitar 300 bikers. Ajang ini menarik minat peserta hingga berbagai tempat.

Selain Mojokerto Raya, mereka datang dari sejumlah daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

’’Ada empat peserta dari Balikpapan dan satu dari Papua,’’ ujar Founder Gajahmada Pushbike Mojokerto, Hapsari Dwi Kristianti. 

Kemeriahan kejuaraan pushbike kemarin juga terlihat dari banyaknya stand UMKM di lokasi.

Hapsari menyebut, kejuaraan ini digelar untuk mengenalkan pushbike sebagai salah satu jenis olahraga masyarakat.

Menurutnya, olahraga ini sangat cocok bagi anak-anak usia 18 bulan sampai 10 tahun.

’’Bisa untuk mengalihkan anak-anak dari gadget sekaligus melatih gerak motorik anak,’’ tambahnya. 

Secara sederhana, lanjut Hapsari, olahraga pushbike merupakan gabungan berpeda dan lari.

Dua hal itu mesti dilakukan secara bersama agar sepeda bisa terpacu.

’’Olahraga ini intinya untuk fun. Pushbike juga sudah masuk anggota KORMI,’’ imbuh dia. Dalam kejuaraan seperti kemarin, pertandingan digelar per kategori usia anak. Kecepatan menjadi satu-satunya penilaian. 

Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Mojokerto Dedy Ardianto mengungkapkan, pushbike melengkapi sembilan olahraga masyarakat yang kini berada di naungannya, termasuk sepeda tua, panahan tradisional, dan senam taichi.

’’Kalau olahraga masyarakat ini kan lebih ke ramainya dan membudayakan olahraga ke masyarakat, bukan prestasi. Prestasi itu ketika misal pemain dari olahraga KORMI diambil untuk cabor di KONI karena memiliki potensi,’’ bebernya. (adi/fen)   

Editor : Fendy Hermansyah
#pushbike #kabupaten #mojokerto