Suporter berharap, dengan pembenahan serius, Laskar Mojopahit minimal lolos ke babak nasional Liga 3.
Liga 3 Jatim musim 2023/2024 menjadi kompetisi perdana sekaligus titik awal kebangkitan PSMP setelah menjalani sanksi PSSI sejak 2018.
Setelah skuad yang diasuh pelatih Lulut Kistono itu mampu melangkah hingga babak 16 besar, pencapain lebih tinggi semestinya diraih pada musim depan.
Harapan itu salah satunya muncul dari kelompok suporter MP Loyalis 2001.
’’Tahun ini kan test case-nya eksistensi, untuk tahun berikutnya saya rasa harus prestasi. Kalau sekarang 16 besar, minimal target utamanya harus bisa lolos nasional,’’ ujar koordinator kelompok suporter, Usman, kemarin.
Pihaknya menyatakan akan mendukung penuh langkah yang diambil manajemen dalam pembenahan menuju Liga 3 Jatim musim 2024/2025. Baik pemilihan pemain maupun pelatih yang ditunjuk.
’’Intinya kalau manajemen mau evaluasi, harus segera evaluasi. Entah itu pelatih, pelatih, siapa-siapa saja yang dipertahankan. Karena saya rasa manajemen lebih tahu,’’ tandasnya.
PSMP sebelumnya menghadapi Liga 3 Jatim dengan pemain mayoritas usia muda di bawah (under) 20 tahun. Mereka diseleksi dari porprov, liga internal, dan rekrutan luar daerah.
Komposisi ini memiliki dua sisi dampak. Mereka punya kelebihan dari segi kecepatan, namun kurang secara pengalaman dan mentalitas.
Selama babak 16 besar Liga 3 Jatim sepanjang dua pekan lalu misalnya, Lulut berkali-kali mengkritik daya juang pemain muda yang dianggapnya cenderung loyo.
The Lasmojo kalah secara mentalitas karena pemainnya masing kurang pengalaman bermain di kompetisi setara Liga 3.
Soal kematangan pemain itu tak luput dari catatan Manager PSMP Ramzy Okbah. Karena itu, salah satu evaluasinya yakni dengan memperbanyak pemain di atas (upper) 20 tahun yang memiliki pengalaman cukup.
’’Supaya lebih memperkuat sisi mentalitasnya. Apa yang jadi pengalaman di tahun ini kita jadikan pembelajaran di musim depan,’’ jelas Ramzy. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah