Para penggawa lapangan dan pelatih telah dipulangkan seusai pertandingan terakhir grup HH babak 16 besar, Senin (22/1).
Mereka tak lagi kembali ke mes yang ditempati selama kompetisi.
’’Setelah pertandingan melawan Persekabpas, para pemain sudah kami pulangkan. Misal yang dari luar daerah bisa kembali ke asalnya. Tapi, ini belum pembubaran resmi tim ya,’’ ujar Sekretaris Umum PSMP Deddy Wiyudhayana, kemarin.
Dalam laga pamungkas grup HH dua hari lalu, skuad Mari Siswanto dkk dibungkam 0-6 dari tuan rumah Persekabpas Pasuruan di Stadion R. Soedarsono. Hasil pertandingan itu sekaligus menegaskan posisi PSMP sebagai juru kunci.
The Lasmojo sama sekali tidak meraih poin dari tiga pertandingan yang dijalani. Mereka pun gagal lolos ke babak 8 besar.
Deddy menyatakan, pemulangan pemain juga diikuti oleh tim pelatih yang dipimpin Lulut Kistono dan official.
Selama gelaran Liga 3 Jatim sejak Desember tahun lalu, mereka menempati mes di Desa Kenanten, Kecamatan Puri. Kompetisi yang berakhir lebih dini bagi PSMP membuat mereka kini tak lagi dikumpulkan.
’’Karena sekarang juga tidak ada yang bisa dilakukan, nanti mungkin ada pembubaran secara resmi saja,’’ imbuhnya.
Pihak manajemen, lanjut Deddy, memastikan gaji pemain dan pelatih terbayar secara penuh.
Selepas gelaran tuntas, evaluasi secara total akan dilakukan. Pembenahan itu meliputi seluruh aspek, baik pemain dan tim pelatih maupun sektor pendukung lainnya.
Perbaikan secara menyeluruh ini menjadi modal penting untuk menatap kompetisi berikutnya, yakni Liga 3 Jatim musim 2024/2025 yang kemungkinan dimulai akhir tahun nanti.
’’Penataan ini untuk menatap musim berikutnya supaya lebih baik,’’ tandasnya.
Manager PSMP Ramzy Okbah mengungkapkan, salah satu poin penting dalam evaluasi nanti adalah komposisi pemain yang mayoritas berusia di bawah 20 tahun.
Banyaknya pemain yang dinilai kurang berpengalaman di kompetisi liga amatir itu berpengaruh kepada mentalitas tim yang cenderung lemah.
’’Mungkin musim depan kita akan memperbanyak pemain di atas 20 tahun untuk memperkuat mentalitas,’’ bebernya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah