Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Barongsai Kota Mojokerto Bidik Medali Pertama, Imbas Persaingan Ketat di Jatim

Yulianto Adi Nugroho • Selasa, 23 Januari 2024 | 16:00 WIB

POTENSIAL: Atraksi kesenian barongsai mewarnai pawai obor api Porprov VIII Jatim di Rest Area Gunung Gedangan, Kota Mojokerto, September 2023.
POTENSIAL: Atraksi kesenian barongsai mewarnai pawai obor api Porprov VIII Jatim di Rest Area Gunung Gedangan, Kota Mojokerto, September 2023.
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pengurus cabor barongsai Kota Mojokerto tak ingin muluk-muluk pada kejuaraan Porprov IX tahun depan.

Perolehan medali dari dua sampai tiga nomor pertandingan dinilai sudah cukup mengingat persaingan yang ketat di Jawa Timur.

Barongsai menjadi cabor baru yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX 2025 di Malang raya mendatang.

Dalam edisi tahun lalu, Porprov VIII 2023, kesenian ini dipertandingkan sebagai cabor eksebisi.

Kontingen Kota Mojokerto kini mulai bersiap untuk meraih prestasi pada kejuaraan resmi porprov pertamanya  tahun depan.

”Soal target kita tidak muluk-muluk, kita akan berusaha paling tidak dua atau tiga nomor bisa dapat medali,” ujar Ketua Ketua Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) Kota Mojokerto Albert Gunardi, kemarin.

Terdapat sekitar 20 atlet yang disiapkan untuk mengikuti porprov. Mereka akan turun di empat nomor pertandingan.

Di antaranya barongsai tradisional, ketangkasan, dan kecepatan, serta nomor-nomor lain yang belum ditentukan pengurus provinsi (pengprov).

Albert menyebut kekuatan cabor barongsai di Jatim cenderung merata. Persaingannya pun cukup ketat mengingat kesenian ini banyak dimainkan di banyak daerah. Seperti Surabaya, Malang, dan Madiun.

Mengingat peta persaingan demikian, dirinya tak ingin memasang target terlalu tinggi, medali emas misalnya. ”Kalau untuk medali emas di wilayah Jawa Timur masih agak berat, kita akan berusaha dulu,” tandasnya.

Pada pertandingan eksibisi Porprov VIII 2023, penampilan kontingen Kota Mojokerto belum memuaskan.

Mereka bahkan didiskualifikasi lantaran peralatan yang dipakai saat tampil di kelas tradisional rusak.

”Sebetulnya tahun lalu target kita medali emas,” tutur ketua kelompok Barongsai Young Lion Mojokerto itu.

Sebagai langkah persiapan, para atlet akan mengikuti sejumlah kejuaraan barongsai sepanjang tahun ini.

Di samping sebagai kegiatan rutin, hal itu untuk mengasah kemampuan dan skill sebelum terjun di porprov. (adi/ron)

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#kota #barongsai #porprov #mojokerto