Setelah memastikan diri lolos ke babak 16 besar Liga 3 Jatim, sejumlah agenda latihan mulai dipersiapkan.
Dua hal yang menjadi poin utama yakni pembenahan mentalitas dan stamina pemain.
PSMP melewati babak 28 besar grup EE dengan berdarah-darah. Meraih 6 poin hasil dua kemenangan dari PSBI Blitar (3-1) dan Persedikab Kediri (1-0), The Lasmojo lolos ke fase 16 besar dengan status peringkat tiga terbaik.
Pada babak ini, sesuai dengan pembagian dari Asprov PSSI Jatim, PSMP akan tergabung di grup HH bersama juara grup CC PSM Madiun, runner up grup GG Persekabpas Pasuruan, dan juara grup AA antara Persid Jember atau Banyuwangi Putra.
Pertandingan Persid versus Banyuwangi Putra berlangsung kemarin sore (12/1). Pertandingan babak 16 besar bergulir mulai 19 Januari atau sepekan ke depan.
Kiprah PSMP sejauh ini patut mendapat apresiasi. Kamis (11/1) malam, kelompok suporter bahkan menyambut kepulangan tim kebanggaannya itu dari Kediri, venue pertandingan grup babak 28 besar grup EE, dengan luar biasa.
Namun keberhasilan lolos ke babak 16 besar adalah satu hal. Sedangkan, PSMP juga butuh banyak perbaikan.
’’Kita bangga, tapi masih banyak kekurangan dari tim ini, terutama mental pemain,’’ kata Pelatih Kepala PSMP Lulut Kistono kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, kemarin (12/1).
Mentalitas pemain yang loyo ini kian kentara ketika Laskar Mojopahit dikandaskan NZR Sumbersari 1-3 pada laga kedua babak 28 besar grup EE, Selasa (9/1).
Kondisi itu utamanya menjangkiti para pemain muda yang berumur kurang dari 20 tahun. Mereka merupakan jebolan porprov dan belum cukup pengalaman di kompetisi seperti Liga 3.
Menurut Lulut, sekitar enam pemain andalannya berada di kelompok umur tersebut.
’’Ketika melawan NZR yang notabene banyak pemain senior dan juniornya berumur 21 tahun lebih, otomatis kita kalah mental,’’ tutur pelatih kelahiran Surabaya itu.
Hal berbeda tampak ketika mereka menghadapi Persedikab yang mayoritas pemainnya juga merupakan pemain usia muda.
Di laga penentu ini, penggawa PSMP mampu tampil impresif hingga akhirya meraih kemenangan penting.
’’Evaluasi dari saya artinya anak-anak ini kalah mental ketika melawan tim dengan pemain yang umurnya tiga tahun di atasnya,’’ lontar pria berkumis tebal yang tahun ini memasuki usia 56 tahun tersebut.
Jeda selama sepakan sebelum memulai babak 16 besar akan dimanfaatkan untuk memberesi persoalan ini. Sebab, tim yang akan dihadapi juga semakin berat.
Di samping persoalan mental yang berpengaruh besar terhadap penampilan di lapangan, stamina pemain juga menjadi sorotannya. Lulut melihat para pemain terlalu mudah kelelahan.
’’Kita akan benahi stamina anak-anak karena selama babak 28 besar banyak yang kram, apalagi yang masih usia 18 tahun itu,’’ tandas eks pemain era Galatama itu.
Setelah cukup istirahat, penggawa PSMP akan kembali menjalani latihan rutin mulai Minggu (14/1). (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah