Meskipun terbatas dari segi sumber daya manusia terbatas (SDM), salah satu tuan rumah ini berhasil memboyong 56 medali.
Penyumbang medali itu meliputi 16 cabor yang sebagian besar di anntaranya baru dipertandingkan pertama kali.
Ketua KONI Kota Mojokerto Santoso Bekti Wibowo mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi gelaran porprov.
Hasilnya, prestasi yang diraih cabor tak lepas dari pembinaan panjang yang telah dijalani.
’’Tanpa pembinaan memang tidak ada bisa dapat prestasi. Apalagi wilayah kita kecil, jadi harus dimaksimalkan,’’ ungkapnya, kemarin.
Kota Mojokerto menurunkan 500 atlet untuk tampil di 39 cabor yang dipertandingan pada porprov.
Mereka finis di posisi 16 dengan perolehan 18 medali emas, 13 perak, dan 25 perunggu. Seluruh lencana itu diraih oleh 16 cabor.
’’Artinya hampir separo cabor berhasil meraih medali,’’ imbuh Santoso.
Dari cabor-cabor berprestasi itu, tak sedikit di antaranya yanng merupakan cabor baru.
Seperti dayung, cabor yang baru pertama kali dipertandingkan di Porprov Jatim selama 8 edisi.
Dan, kontingen Kota Mojokerto berhasil meraih 4 medali emas, 2 perak, dan 4 perunggu. Mereka menjadi cabor paling banyak menyumbang medali bagi kota.
’’Kami memang membentuk cabor berdasarkan peluang prestasi, seperti dayung ini,’’ tandasnya.
Pada Porprov IX dua tahun mendatang, dayung kiranya juga masih akan menjadi andalan Kota Onde-Onde untuk mendulang prestasi.
Selain dayung, cabor lama yang juga berpotensi jadi andalan antara lain biliar, dancesport, hingga balap sepeda.
’’Kami mendorong semua cabor untuk terus melakukan pembinaan agar bisa meraih prestasi,’’ pinta Santoso. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah