Selain mendampingi komunitas pesepeda tua, keikutsertaan mereka juga untuk merefleksikan perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.
Yakni dengan mengayuh sepeda mini dari Mojokerto ke Surabaya tanpa henti.
Ketua komunitas Minitrek Jawa Timur Fadholi mengatakan, keikutsertaan anggotanya di GJP Mojosuro tahun ini agar bisa merasakan atmosfer dan spirit perjuangan para pahlawan.
Tak sekadar merasakan, seluruh anggotanya juga ikut mendampingi dan melayani peserta gerak jalan yang membutuhkan pertolongan.
Hal ini yang menjadi motivasi utama pesepeda mini agar bisa berkontribusi maksimal di setiap kegiatan massal.
’’Ya keikutsertaan kali ini sifatnya kemanusiaan saja, juga untuk merasakan vibe-nya perjuangan pahlawan,’’ terangnya.
25 peserta yang hadir tidak hanya dari Mojokerto saja, tapi juga dari segala penjuru daerah se-Jatim.
Mulai dari Jombang, Pasuruan, Malang, Gresik, Madiun, Jember hingga Surabaya sendiri.
Selain misi kemanusiaan dan spirit perjuangan, kedatangan mereka ke Mojokerto juga untuk menjalin silaturahmi dengan komunitas sepeda lain.
Khususnya sepeda tua atau kuno yang juga memiliki penggemar paling besar. Dengan jalinan silaturahmi, maka persaudaran akan semakin erat terjalin.
’’Kami juga ingin menjalin keakraban dengan semua komunitas sepeda dari berbagai daerah. Semakin akrab, maka semakin bisa saling tolong menolong,’’ pungkasnya. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah