Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Cabor Baru Butuh Regenerasi, Hapkido Kabupaten Mojokerto Jadi Andalan

Yulianto Adi Nugroho • Kamis, 26 Oktober 2023 | 16:20 WIB

MONCER: Atlet hapkido Kabupaten Mojokerto (biru) bertanding di ajang Porprov VIII Jatim/2023 di GOR Gajah Mada, Mojosari, September lalu.
MONCER: Atlet hapkido Kabupaten Mojokerto (biru) bertanding di ajang Porprov VIII Jatim/2023 di GOR Gajah Mada, Mojosari, September lalu.
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto - Cabor hapkido menjadi harapan baru Kabupaten Mojokerto sebagai pendulang medali di gelaran porprov.

Di ajang dua tahun mendatang, olahraga serumpun taekwondo itu kini membutuhkan regenerasi lantaran mayoritas atletnya sudah mencapai usia maksimal.

Untuk pertama kali di Porprov VIII Jatim/2023 September lalu, hapkido dipertandingkan. Bermain sebagai tuan rumah, kontingen Kabupaten Mojokerto mengoleksi 5 medali perak dan 4 medali perunggu dari sejumlah nomor pertandingan.

Selain itu, para atlet yang turun di cabor bela diri ini juga berhasil menyabet dua medali dari nomor eksibisi.

Ketua Pengurus Cabang Hapkido Kabupaten Mojokerto Mokhamat Sayidil Mursalin mengatakan, raihan gemilang di porprov bulan lalu tak lepas dari persiapan panjang.

Capaian tersebut kini terus ditingkatkan dengan latihan rutin. ’’Sebagai tuan tumah, persiapan kita lebih serius sejak jauh-jauh hari,’’ ujarnya, kemarin.

Kendati termasuk cabor baru, pihaknya merasa memiliki peluang bersaing dengan daerah lain. Langkah pembinaan panjang kini tengah diseriusi salah satunya melalui regenerasi atlet.

Pasalnya, dari belasan atlet hapkido yang turun di porprov, sebagian besar di antaranya tak bisa tampil di event berikutnya karena melebihi batasan usia.

’’Tinggal 2 sampai 3 anak yang bisa running ke porprov 2025. Kebanyakan sudah di usia terakhir, ada yang mahasiswa dan sudah bekerja,’’ jelas Sayid.

Upaya regenerasi atlet dilakukan dengan menggelar latihan rutin yang diikuti atlet-atlet cilik. Latihan tersebut digelar di rumah Sayid sendiri di Desa Modopuro, Kecamatan Mojosari.

Selain hapkido, di sana juga menjadi tempat latihan sejumlah cabor bela diri lain seperti taekwondo dan karate.

Sayid menyebut, hapkido tak jauh berbeda dengan taekwondo. Walhasil, para atlet cenderung dapat tampil membela kedua cabor tanpa harus dibedakan.

’’Karena hapkido ini cabor baru, kalau nanti ada atlet bela diri yang arahnya ke sana, akan kita fasilitasi,’’ tuturnya.

Sayid mencontohkan, bukan tidak mungkin atlet yang awalnya menekuni taekwondo tampil di ajang hapkido. Pertimbangan tersebut berkaitan dengan peluang meraih prestasi atau medali.

’’Artinya untuk regenerasi tidak ada kekhawatiran. Insyaallah potensinya bagus karena banyak juga anak-anak SD yang juga ikut latihan,’’ tandas dia. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#hapkido #kabupaten #mojokerto