Masyarakat Jawa memberi nama Condromowo pada kucing belang telon ini.
Condro berarti Cahaya dan Mowo yang memiliki makna bara api.
Condromowo pernah dipergunakan sebagai nama Batalyon pejuang pada masa kemerdekaan di Mojokerto.
Dalam catatan sejarah, Mayor Moenasir membentuk kesatuan setingkat batalyon bernomor registrasi Bn. 42 dengan nama Batalyon Condromowo. Bn. 42 Condromowo terlibat dalam banyak pertempuran, termasuk pertempuran besar di wilayah Mojokerto selatan.
Para atlet porprov yang berlaga di Kota Mojokerto diharapkan meneladani semangat Cak Condro yang memiliki kekuatan dan kecakapan sebagai petarung alamiah.
Serta, menjadi pemburu handal yang menaklukkan buruannya dalam berbagai situasi dan kondisi.
Layaknya seekor kucing, Cak Condro juga memiliki kejujuran dan sportivitas yang menjunjung tinggi hasil pertandingan. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah