Ikatan historis dan karakter hewan tunggangan pasukan kerajaan itu dianggap lebih mewakili semangat dalam kejuaraan multievent olahraga dua tahunan tersebut.
Si Mada, begitu nama maskot porprov yang diperkenalkan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati di lapangan sepak bola di Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Sabtu (26/8) lalu. Sosok gajah menjadi simbol kekuatan, ketenangan, dan kecerdasan.
Dalam berbagai catatan sejarah, gajah disebut sebagai hewan tunggangan pasukan Kerajaan Majapahit yang dipimpin Mahapatih Gajah Mada.
”Keterkaitan dengan sejarah ini yang menjadi dasar pemilihan maskot,” kata Kepala Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Norman Handhito, kemarin (28/8).
Norman menyatakan, setiap tuan rumah porprov VIII tahun ini meluncurkan hewan sebagai simbol kejuaraan.
Selain gajah, pihaknya memiliki opsi macan kumbang untuk diusung sebagai maskot. Macan berbulu hitam itu diyakini hidup di hutan Gunung Welirang.
Namun, pilihan akhirnya jatuh ke gajah lantaran dinilai lebih kuat secara nilai historis.
”Secara kesejarahan macam kumbang kalah dari gajah Majapahit. Karena kami melihatnya lebih ke ikatan kesejarahan,” tandasnya.
Selain karakter gajah, Si Mada juga sekaligus menjadi perpendekan dari nama Gajah Mada. Mahapatih yang dimaknai memiliki karakter ulung, cerdik, kuat, dan berani.
Representasi gajah dan sosok Gajah Mada di era kejayaan Majapahit diharapkan mewakili semangat kontingen dalam kejuaraan olahraga terbesar di Jawa Timur tersebut. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah