Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dua Cabor Angkat Kaki dari Stadion Gajah Mada Mojokerto

Martda Vadetya • Jumat, 11 Agustus 2023 | 16:05 WIB

PINDAH VENUE LATIHAN: Cabor sepak bola dan hoki dipastikan bakal angkat kaki dari stadion Gelora Gajah Mada Mojosari selama perawatan lapangan berlangsung.
PINDAH VENUE LATIHAN: Cabor sepak bola dan hoki dipastikan bakal angkat kaki dari stadion Gelora Gajah Mada Mojosari selama perawatan lapangan berlangsung.
Selama Perawatan Lapangan Rampung

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Gersangnya rumput Stadion Gelora Gajah Mada Mojosari membuat sektor lapangan mesti steril sementara waktu.

Hal ini membuat cabor hoki dan sepak bola harus angkat kaki mencari lapangan alternatif sebagai venue latihan.

”Kami sudah diarahkan KONI (Kabupaten Mojokerto) untuk pindah ke lapangan lain sementara waktu ini. Karena lapangan stadion dilakukan perawatan itu,” terang head coach tim sepak bola Kabupaten Mojokerto Teddy Arif Prianto.

Akhir pekan nanti Rochamd Eko Cahyo dkk sudah boyongan dari stadion kandang PS Mojokerto Putra tersebut.

Teddy menjelaskan, pihaknya telah memiliki venue latihan alternatif. Mulai dari Lapangan Batalyon Infanteri Para Raider 503, Lapangan Modopuro, hingga Lapangan Randubango.

Namun, pihaknya cenderung bergser ke Lapangan Randubango yang merupakan home base klub sepak bola putri Srikandi Majapahit tersebut.

”Kemungkinan besar kita nanti pindah ke Lapangan Randubango karena di sana kualitas rumputnya lebih bagus,” beber eks pelatih PSMP ini.

Hal senada disampaikan Ketua Pengkab Federasi Hockey Indonesia (FHI) Mojokerto Agung Suryanto.

Mesti angkat kaki dari stadion ikonik Bumi Majapahit tersebut, tim hoki outdoor kemungkinan besar bakal kembali menempati Lapangan Desa Kedunguneng, Kecamatan Bangsal, sebagai home base mereka.

”Kita masih cari alternatif lapangan outdoor lainnya. Dan ini kita menunggu kepastian operator lapangan apakah lapangan harus steril terus atau butuh beberapa hari saja buat perawatan porprov ini,” ujar Suryanto.

Sebelumnya, kondisi rumput lapangan stadion Gelora Gajah Mada Mojosari dikeluhkan. Kondisi lapangan yang didapuk sebagai venue babak penyisihan sepak bola, venue cabor hoki dan closing ceremony Porprov VIII Jatim itu dinilai kurang layak.

Sebab, kondisi lapangan semakin memburuk. Baik dari kontur tanah yang mengeras dan bergelombang serta mayoritas rumput yang mengering dan mati. Hingga membuat lapangan berdebu dan berpotensi membuat atlet cedera menggunakan lapangan. (vad/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#stadion #porprov #mojosari #jatim #gajah mada #mojokerto #cabor