Utamanya soal penyelesaian akhir (finishing touch) yang masih belum sesuai harapan.
Hal tersebut terlihat dari hasil laga uji coba terakhir saat menjamu Kabupaten Pasuruan di GOR Indoor Mojosari, Kamis (13/7) lalu. Bertanding penuh dalam format 2 x 20 menit, Arjun Dimas Nur Arianto dkk harus puas dengan ditahan imbang tim tamu 2-2.
Sepanjang pertandingan, tim arahan Agus Himawan tampil cukup apik dengan mendominasi laga. ”Kita akui anak-anak sedikit terlambat panas. Jadi permainan mereka di babak kedua lebih nyetel dan ngegas,” terang head coach Agus Himawan.
Di laga itu, mereka mencatatkan 10 kali sukses menggagalkan serangan lawan. Berikut melesatkan 21 tendangan shot on target. Namun, serangan yang dibangun tim tuan rumah dinilai kurang efektif.
Sebab, itu dibarengi dengan 20 shot off target atau tendangan melenceng dari gawang lawan. Tak pelak, efektivitas finishing touch Arjun Dimas Nur Arianto dkk masih menjadi PR yang mesti segera dituntaskan.
”Finishing masih jadi PR, lini serang kita masih belum jadi killer. Walaupun, proses build up atau membangun serangan anak-anak sudah bagus,” ujar eks pelatih Bintang Timur Surabaya ini.
Hal ini membuat tim pelatih berpacu dengan waktu untuk menambal kekurangan skuad sebelum bersaing menyabet medali saat berlaga di Sidoarjo September mendatang.
Di mana, perkembangan tim futsal Kabupaten Mojokerto bakal terus diukur dengan laga uji coba lanjutan. Berikut turnamen futsal internal yang dijalani tim porprov hingga akhir Juli nanti.
”Untuk sparing lanjutan, kami sedang komunikasikan dengan tim porprov Sidoarjo dan Surabaya. Karena dengan melawan tim futsal unggulan Jatim tersebut, kita bisa mengukur sejauh mana kesiapan tim kita,” tukas staf pelatih tim futsal Pra-PON Jatim ini. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah