Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pengkot ESI Mojokerto Sembunyikan Skuad Inti karena Tak Ingin Kekuatan Diintip Lawan

Fendy Hermansyah • Senin, 10 Juli 2023 | 18:25 WIB

GAMER MUDA:  Skuad PUBG Mobile Kota Mojokerto saat berlaga di babak final Kapolda Cup, beberapa waktu lalu.
GAMER MUDA: Skuad PUBG Mobile Kota Mojokerto saat berlaga di babak final Kapolda Cup, beberapa waktu lalu.
KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pengkot Esport Indonesia (ESI) Mojokerto tak ingin sembrono saat mengikuti gelaran turnamen terbuka sebelum pelaksanaan Porprov VIII.

Agar kekuatan skuad inti mereka tak diintip lawan, para gamer andalan tuan rumah porprov mesti absen di beberapa ajang bergengsi. Siasat itu dilakukan tim esport Kota Mojokerto untuk menjaga kans juara sebagai tuan rumah porprov.

Hal itu salah satunya dilakukan Pengkot ESI saat mengikuti perhelatan Kapolda Jatim Esports Competition 2023 akhir Juni lalu. Di turnamen terbuka berskala regional tersebut, tim inti esport Kota Onde-Onde tak diterjunkan.

Pengkot ESI justru memberi kesempatan para gamer junior untuk menjajal atmosfer kompetisi berpesertakan 38 daerah Se-Jawa Timur itu.

”Di Kapolda Cup kemarin kita pakai atlet di bawah 16 tahun. Kita sengaja tidak ikutkan tim inti porprov supaya (kekuatan) tim kita tidak diintip lawan. Jadi ini bagian dari strategi juga,” sebut Ketua Harian Pengkot ESI Mojokerto Tulus Harry Indianto.

Di ajang yang berlangsung sejak 24-30 Juni lalu itu, Pengkot ESI bersiasat dengan menerjunkan sembilan gamer junior. Masing-masing lima atlet di nomor Mobile Legends dan empat atlet di PUBG Mobile.

Selain menjaga kekuatan skuad inti dari intipan lawan, hal ini sekaligus untuk menambah jam terbang para atlet muda hasil pembinaan. ”Karena memang tidak ada pembatasan usia juga buat bertanding di sana,” ujar Tulus.

Dari ajang Kapolda Cup, tim junior Kota Onde-Onde belum bisa mencetak prestasi apik. Skuad PUBG Mobile terseok di peringkat 16 dari 16 tim peserta dengan raihan 2 poin. Begitupun dengan tim Mobile Legends yang hanya mampu berlaga di babak 8 besar.

Praktis, mereka pulang dengan tangan kosong setelah berlaga Mapolda Jatim. ”Untuk sekelas atlet U-16 sudah sudah cukup bagus. Mereka bisa masuk babak 8 besar dan 16 besar setelah melewati babak kualifikasi dari 39 Polres Se-Jawa Timur,” urainya.

Tak hanya itu, dari ajang tersebut tim pelatih juga mendapat bocoran kerangka tim lawan unggulan yang menerjunkan skuad utamanya. Sehingga, saat porprov berlangsung nanti tim pelatih tinggal meracik strategi yang tepat.

”Karena status kita di porprov nanti sebagai tuan rumah, kita maksimalkan di sana nanti,” tandas Tulus.

Di ajang porprov nanti, tuan rumah bakal menerjunkan skuad terbaik di lima nomor pertandingan. Sebanyak 32 atlet bakal bertarung di gim Mobile Legend, PUBG Mobile, Free Fire, E-football (PES) dan League of Legends Wild Rift. (vad/ron)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#inti #kota #Kekuatan #esport #Skuad #porprov #mojokerto #pengkot #onde-onde