Laga sparring tersebut berlangsung di Stadion Gelora Gajah Mada Mojosari Sabtu (10/6) sore. Pada menit-menit awal babak pertama, tim porprov justru harus bertahan lantaran ditekan tim lawan yang notabene merupakan pemain profesional. Alhasil, laga yang baru berjalan 20 menit gawang Alfarezel Satria Apriliandi sudah dua kali kebobolan. Namun begitu, tim porprov mampu comeback dan menyamakan kedudukan sepanjang 2x45 menit.
”Sebenarnya banyak juga peluang kita dapat, tetapi masih belum bisa dimaksimalkan. Seperti penalti itu, kalau masuk harusnya kita menang. Tetapi kita akui, anak-anak memang terlambat panas,” ungkap head coach Teddy Arif Prianto.
Eks pelatih PSMP ini tak menampik jika penampilan anak asuhnya masih kurang impresif. Itu karena banyak faktor.
Terutama, faktor psikologis para pemain yang memengaruhi penampilan skuad Bumi Majapahit masih labil. ”Terlambat panas ini karena mental pemain. Pemain porprov kita sekarang masih muda-muda (kelahiran 2005-2006) semua, jadi (performa mereka) masih labil,” ungkap pelatih asal Dawarblandong.
Praktis, butuh waktu agar Rochmad Eko Cahyo dkk nyetel satu sama lain untuk mengoptimalkan performa mereka di setiap laga.”Iya pasti butuh waktu. Yang diharapkan anak-anak bisa peak perform (kondisi optimum pemain) di awal kompetisi (porprov September) nanti. Kita lihat saja nanti, karena latihan sekarang juga baru separuh program,” tambahnya.
Ada beberapa cara yang bakal dilakoni tim pelatih dan manajemen untuk mendongkrak kemampuan tim saat ini. Di antaranya, melalui outing class dan terus menggeber laga uji coba lantara minimnya kompetisi dan turnamen. ”Memang harus sering uji coba, kita jadwalkan uji coba dengan tim porprov lainnya nanti. Dan mungkin satu bulan sebelum kompetisi kita akan bikin outing class,” tukas eks asisten pelatih Arema Indonesia ini. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah