KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tim sepak bola Kabupaten Mojokerto gagal memetik kemenangan di laga uji coba lanjutan, Sabtu (27/5) sore. Bertanding di kandang sendiri, Stadion Gelora Gajah Mada Mojosari, tim asuhan Teddy Arif Prianto harus takluk 0-1 oleh skuad porprov Kabupaten Gresik. Tumpulnya deretan penyerang skuad Bumi Majapahit dinilai menjadi pekerjaan rumah (PR) yang mesti segera dituntaskan.
Sejak awal laga berformat 3x30 menit tersebut dimulai, jual beli serangan dilancarkan kedua tim. Di babak pertama, tim tuan rumah justru gagal memanfaatkan beberapa peluang akibat kesalahan sendiri hingga tak mampu mencatatkan tembakan ke gawang. Justru, di babak pertama tim tamu berhasil mencetak angka memanfaatkan blunder kiper tuan rumah. Clearance Alfarezel Satria Apriliandi di ujung kotak penalti yang kurang bersih dan mengarah ke lawan membuat Kabupaten Mojokerto tertinggal 0-1.
”Gol lawan itu memang kesalahan kiper, clearance-nya (sapu bersih) kurang bagus,” aku head coach tim sepak bola Kabupaten Mojokerto Teddy Arif Prianto. Di 30 menit kedua, permainan Rochmad Eko Cahyo dkk masih belum menunjukkan perubahan, tim lawan masih mendominasi permainan. Menggunakan formasi 4-3-3, lini tengah tim tuan rumah yang tampak lowong justru seolah memberikan ruang bagi pergerakan lawan. Build up tim Kabupaten Mojokerto dengan mudah dipatahkan pemain tengah lawan.
Sinyal kurang apiknya performa skuad Bumi Majapahit ditangkap tim pelatih. Di babak ketiga, tim tuan rumah percaya diri mengambil alih permainan. Skuad asuhan Teddy mampu membuat beberapa peluang. Hanya saja tiga peluang gagal dikonversi menjadi gol lantaran membentur mistar gawang. Hingga peluit panjang berbunyi skor 0-1 tak berubah. ”Di pertandingan ini Kabupaten Gresik pakai formasi 4-4-2. Mereka pakai skema direct play dan serangan balik cepat. Jadi permainan anak-anak kelihatan jelas, ada beberapa hal yang perlu dievaluasi,” ucap pelatih asal Dawarblandong ini.
Catatan tim pelatih itu di antaranya adalah tumpulnya deretan penyerang dan sapuan kiper yang kurang maksimal. Hal ini bakal menjadi fokus pembenahan tim pelatih dalam beberapa sesi latihan kedepan. ”PR kita memang di penyelesaian akhir itu sama clearance kiper yang kurang bagus. Karena gol itu memang kesalahan kiper,” tandas pelatih lisensi C ini. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah